BARITO UTARA – Terbitan.com || Perusahaan PT Medco Energi yang bergerak dibidang usaha gas dan minyak bumi di wilayah Kecamatan Lahei, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah puluhan tahun lamanya melakukan operasi produksi minyak dan gas bumi sehingga wajib melaksanakan program dana Corporate Social Responsibility (CSR) di beberapa Desa antara lain Desa Luwe Hulu, Desa Rahaden, Desa Muara Pari, Desa Karendan dan Desa Muara Pari.

Program dana CSR tersebut dilaksanakan anggarannya diketahui sebesar Rp.350.000.000 pertahun setiap Desa, namun saat ini beberapa warga Desa Muara Pari bersama BPD mendatangi kantor PT Medco Energi.

Pasalnya guna menanyakan pengelola program dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan TPK, yang seakan-akan tidak jelas dan hanya dibuat-buat.

“Program yang dilaksanakan oleh Tim Pengelola Kegiatan TPK tidak jelas dan hanya dibuat-buat,” kata seorang warga Desa Muara Pari saat dikantor Medco, Kamis (12/12/2024) dengan nada kecewa.

Faktanya katanya, pelaksana kegiatan dilapangan tidak terbuka, program tidak jelas dan sangat disayangkan terkesan tumpang tindih dengan sumber dana dari ADD/DD dari pemerintah.

” Kami warga Desa Muara Pari berharap program harus dicek ke lapangan. apabila ada penyimpangan maka akan diusut melalui aparat penegak hukum,”ungkapnya.

“Sedangkan pengurus atau pengelola harus diganti bukan ditopoli oleh perangkat Desa dan Kepala Desa,” tambah warga lainnya.

” Kami masyarakat Desa Muara Pari mengeluhkan yang sudah terjadi dan menekankan agar pengelola harus diganti, serta CSR 2025 harus dibagi langsung setiap rumah, karena ingin menikmati langsung dana tersebut,”tambah warga lain lagi dengan nada kesal.

Sedangkan Muliadi selaku wakil ketua BPD Muara Pari menyampaikan, Sejak tahun 2021 sampai sekarang kami minta sebenarnya pengelola itu, tidak melibatkan perangkat Desa melainkan dari warga Desa melalui pemilihan sebagai pengurus atau TPK.

“Kami bersama Ketua BPD sepakat dan saya diminta Ketua BPD Muara Pari langsung hadir ke kantor Medco mendampingi langsung warga atas gejolak perkembangan CSR yang selama ini sudah mengalir ke Desa Muara Pari keseluruhannya milyaran rupiah, Jangan hanya sia sia dan tidak dinikmati Desa yang berkelanjutan,” katanya.

Dari tahun 2021 tambahnya, Tim pengelola yang juga Sekretaris Desa Muara Pari membangun Gedung Walet, Renovasi Pustu, Balai Basarah, Tempat Tandon Air Besih, pelatihan Driver sebanyak 10 orang dari warga.

“Dan tahun 2024 ini, tidak jelas tidak diketahui, tidak transparan sehingga menuai pertanyaan banyak pihak sehingga kami dari BPD Desa Muara Pari juga wajib melaksanakan pengawasan sampai turun ke muara teweh ke kantor Medco,”ungkapnya.

Sedangkan RAB tentang CSR tersebut tidak diketahui, ada apa dan dirapatkan secara menyeluruh melibatkan unsur masyarakat Desa, seraya menyampaikan Ketua BPD tidak dapat hadir ada urusan lain,” tandasnya dihadapan pihak Medco Energy Bangakai Indonesia Ltd Muhamad Idrus dan timnya.

Sedangkan Idrus dan tim dari pihak Medco menjelaskan terkhusus CSR Medco tahun 2024 ini, tim pengelola kegiatan Desa Muara Pari yang diketuai oleh Remondo selaku Ketua atau juga Sekretaris Desa, Jahari Bendara Desa Muara Pari, Waryono melaksanakan program antara lain Pustu, Pendidikan, Jalan.

“Nah kemudian ada bantuan lain dari Medco bergulir seperti, bibit mulai dari Desa Haragandang, Desa Karendan dan di 2024 Desa Muara Pari itu tidak dibebankan dari anggaran Rp350.000.000 itu dan bantuan bibit tahun depan tentu Desa Rahaden,”tambahnya.

 ya kami berharap dana csr medco ini harus berjalan maksimal dan melibatkan seluruh masyarakat Desa jangan ada berpihak atau hanya kelompok tertentu,tambah idrus langsung di kantornya dengan beberapa warga masyarakat dan BPD yang menghadap.