CILACAP, terbitan.com – Warga Dusun Bulikuning Desa Kuripan kidul dan Dusun Gunungsari Desa Jangrana, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap menanam pohon pisang di lubang-lubang di tengah jalan perjuangan dan di jalan situmbu. Warga melakukan itu sebagai bentuk protes karena ruas jalan itu sudah lama rusak, namun tak kunjung diperbaiki.

Padahal jalan tersebut salah satu akses warga kedua desa beraktivitas tiap hari, karena jalan tersebut menjadi batas ke dua desa baik desa jangrana maupun kuripan kidul

Parmin salah satu dari warga Jangrana, pernah mendapat info katanya di tahun 2019 akan segera di perbaiki, tapi kenyataannya sampai saat ini memasuki bulan Maret belum ada tanda tanda akan di perbaiki, warga sudah cape dengan keadaan jalan yang rusak sejak 2-3 tahun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan di perbaiki.

Saat musim hujan, jalan berlubang tersebut tergenang air. Akibatnya, sering kali terjadi kecelakaan tunggal pengendara motor roboh karena tak melihat lubang jalanan.

Kepala dusun Gunung sari desa Jangrana Waris mengatakan, aksi tersebut merupakan tindakan protes warga karna jalan rusak sudah kurang lebih 295 meter

Melihat kondisi jalan yang rusak parah, ia menilai wajar saja jika warga lantas memprotes. Warga pun serentak menanam pohon-pohon pisang di jalan yang rusak.

“Kami tanam pohon pisang sebagai tanda. Untuk menghindari kecelakaan. Dan sebagai tanda protes kata warga,” ujarnya.

Kedua warga dusun berbeda desa kompak melakukan protes tersebut karena mereka sama-sama pengguna jalan tersebut, memang sebelum pemekaran mereka satu desa, dikarenakan ada pemekaran jadi di jadikan dua desa

Kepala Dusun Bulukuning Desa kuripan kidul Darsono mengatakan aspirasi warga sudah tersalurkan dan perbaikan jalan sudah masuk dalam anggaran dana desa tahun 2019,namun berhubung dana desa tahun 2019 belum cair jadi belum bisa memperbaiki jalan tersebut.