BONDOWOSO, Terbitan.com – Pawai yang diduga digelar oleh pendukung kepala desa (Kades) terpilih desa Gunung Anyar, Kecamatan Tapen, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021).

Ternyata pawai tersebut berujung tindakan anarkistis. Pasalnya, salah satu peserta diduga menjadi pelaku pemukulan berinisial Fr sekira (27 tahun)

Sementara korban pemukulan masih anak dibawah umur berinisial DWB (14 tahun) warga desa setempat.

Menurut orang tuanya Fajar atau Pandhita (40 tahun) di desa Gunung Anyar, kecamatan setempat mengatakan bahwa DWB anak nomer 3.

Ia membenarkan jika anaknya telah menjadi korban pemukulan oleh Fr di dusun Kokebun, desa setempat.

“Anak saya dipukul oleh Fr hingga luka robek di dahi kiri dan dibawah matanya. Diduga pemukulan itu memakai balok kayu,” kata Dita.

Sebelum kejadian, lanjut Dita, ada informasi cucu saya bernama Algo dipukul orang di pawai tersebut.

Kemudian, pihaknya ditemani anaknya DWB menyusul ke tempat dimana informasi Algo yang berada di pawai yang sedang berlangsung.

Namun demikian, dalam waktu singkat, anaknya menjadi korban pemukulan oleh orang bernama Fr.

“Selang waktu yang tidak lama. Kok ramai. Setelah saya lihat di keramaian itu ternyata anak saya sudah berlumuran darah dan luka akibat dipukul,” ungkapnya.

Lanjut Dita, kejadian yang menimpa anaknya ini sudah dilaporkan ke Polsek Tapen.

Berita sebelumnya, Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto menghimbau kepada seluruh pendukung dan kepala desa terpilih pada Pilkades serentak 2021 agar tidak melakukan konvoi saat pelantikan kades yang rencananya akan digelar pada (16/12/2021) mendatang.

Karena saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Bahkan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan, pihak panitia Pilkades Kabupaten pun merencanakan proses pelantikannya digelar secara virtual.

Yang mana para kepala desa terpilih dari 171 desa di Kabupaten Bondowoso ini akan dilantik sebagian di Pendopo Bupati dan lainnya di Pendopo Kecamatan setempat secara vidcon.

“Kepada calon yang menang, untuk tidak eforia berlebihan, contohnya konvoi dan sebagainya. Kita anjurkan untuk tidak melakukan kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,”tegas Kapolres Herman.