SAMPANG, Terbitan.com – Pelayanan dan Kebijakan Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kabupaten Sampang dikeluhkan nasabah lantaran tidak bisa memberikan solusi pada masalah yang dialami nasabahnya.
Pasalnya, nasabah BNI yang sedang berada di Arab Saudi tersebut mengalami kesulitan lantaran ATM yang dipakaikan ke Pamannya tertelan. Sehingga pamannya tersebut tidak bisa melakukan transaksi atau menarik uang yang ada di rekening ponakannya.
Saat membantu keluhan warganya, Subaidi selaku Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang mengaku telah menemui pihak Manajemen Bank BNI Cabang Sampang.
“Kami hanya berusaha membantu kesulitan keluarga nasabah untuk mendapatkan solusi atas masalah yang dialami, kami menemui pihak Bank BNI Sampang. Namun, solusinya sangat tidak solutif,” ungkapnya, Rabu (15/05/2024).
Menurut Subaidi, setiap perusahaan memang memiliki aturan tersendiri dan dirinya mengaku sangat memahami aturan perbankan tersebut. Namun, bukan berarti perusahaan itu tidak bisa memberikan kebijakan baik secara adat maupun dan kekeluargaan.
“Secara aturan tentu saya paham. Tapi secara kebijakan ini masyarakat saya ingin mengurus uangnya sendiri. Bukan uang milik Bank BNI, mestinya ada kebijakan yang bisa diberikan,” jelasnya.
Di Sampang, khususnya di Pedesaan memegang ATM Ponakan atau saudara sudah bukan lagi peristiwa langka. Karena menurutnya warga Desa yang lanjut usia cenderung lebih memilih siap pakai dari pada membuat Rekening sendiri.
Kemarin kata dia, saat menemui Manajemen Bank BNI Cabang Sampang Arif Budiman sempat memberikan keringanan terhadap keluarga nasabah untuk menyelesaikan masalah itu. Namun, setelah hal itu mau dilakukan tidak diperbolehkan.
“Kemarin kita diminta mendatangkan keluarga nasabah yang satu KK atau kerabat dekat seperti Paman dan Sepupu karena Ibunya saat ini berada di Arab Saudi juga, tapi hari ini justru tidak boleh,” jelasnya.
Sementara saat dikonfirmasi Manajemen Bank BNI Cabang Sampang Arif Budiman terkait kebijakan yang sempat diberikan kemarin tidak memberikan izin, karena tidak mendapatkan izin dari Pimpinannya.
“Selamat pagi Pak, setelah kami koordinasikan dengan jajaran Pimpinan kami, penarikan harus pakai kuasa yang dikirimkan ke pemilik rekening Pak, terima kasih,” tulisnya melalui pesan WhasApp.
Pihaknya meminta keluarga Nasabah mengambil Slip dan mengirim Surat ke Arab Saudi serta mengirim kembali Surat itu ke keluarga disertai dokumentasi penandatanganan.
“Kalau nanti saya pas keluar, bisa dibantu sama Bu Yanti Pak, Nggak perlu Pak, hanya mengambil slipnya saja Pak. Harus Pak, dan bukti pengiriman dokumen, dan dokumen diserahkan ke BNI dalam keadaan amplop tertutup, terima kasih,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan