MADIUN – Peristiwa tanah bergerak kembali melanda Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Kabupaten Madiun, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Kali ini, pergeseran tanah berdampak pada badan jalan desa di sisi selatan pasar yang merupakan jalur utama dan tercepat warga menuju Kota Caruban.

Kepala Desa Sumberbendo, Suprapto, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan yang pertama kali terjadi. Pergerakan tanah sudah terdeteksi sejak tahun lalu dan sempat mengenai dua rumah warga.

“Sejak tahun kemarin sudah ada pergerakan tanah. Dua rumah terdampak. Rumah Pak Sarmo sudah kami geser ke depan, sedangkan rumah Pak Sugeng masih bertahan di lokasi lama,” ungkap Suprapto saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Pemerintah desa, lanjutnya, telah mengimbau warga yang tinggal di zona rawan agar bersedia direlokasi demi keselamatan. Namun, tidak seluruh warga menyetujui langkah tersebut.

“Kami sudah sarankan relokasi. Pak Sarmo sudah pindah, tapi Pak Sugeng masih belum bersedia,” katanya.

Meski salah satu rumah telah dipindahkan, pergeseran tanah kembali terjadi dini hari tadi. Retakan tanah terlihat semakin melebar dan kini mendekati dinding rumah baru milik Pak Sarmo. Kondisi jalan desa pun dilaporkan nyaris terputus.

“Tanahnya pecah dan merekah, posisinya sudah sangat dekat dengan tembok rumah Pak Sarmo. Jalan itu akses warga ke Kota Caruban dan sekarang hampir tidak bisa dilalui,” jelasnya.

Pihak desa khawatir situasi akan memburuk jika turun hujan deras dalam waktu dekat. Tanpa penanganan cepat, jalur vital tersebut berisiko putus total.

Saat ini, dua rumah yang terdampak langsung adalah milik Sarmo dan Sugeng. Rumah Sugeng berada sekitar 30 meter dari titik retakan jalan. Pemerintah desa berharap ada langkah tanggap dari instansi terkait guna mencegah kerusakan lebih luas serta menjamin keselamatan warga.