NGAWI, terbitan.com – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan besar terjadi di ruas Jalan Tol Ngawi, tepatnya di KM 579 wilayah Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Sabtu (7/3/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan seorang kernet truk meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sopir truk mengalami luka serius.

Kecelakaan bermula saat truk bermuatan sayur yang melaju dari arah Surabaya menuju Solo diduga menabrak bagian belakang truk tronton bermuatan gula yang berada di lajur kiri. Benturan keras membuat bagian kabin truk sayur ringsek parah hingga sopir dan kernet terjepit di dalam kendaraan.

Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan proses evakuasi. Namun, proses tersebut berlangsung cukup lama karena kondisi kabin yang rusak parah. Petugas terpaksa membongkar bagian stir dan pintu truk untuk mengeluarkan kedua korban yang terjebak.

Sopir truk sayur, Dian Eka Pramana Putra (32), warga Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, berhasil dievakuasi lebih dulu dalam kondisi luka berat. Korban mengalami patah kaki dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Widodo Ngawi untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, kernet truk sayur bernama Sutrisno (58), yang juga warga Desa Slawe, dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah terjepit di sisi kiri kabin truk.

Sopir truk tronton, Dede Andriana (45), warga Desa Kebun Kelapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, mengatakan saat kejadian dirinya sedang melaju normal di lajur kiri dan tidak menyadari akan terjadi tabrakan.

“Saya jalan seperti biasa, tiba-tiba ditabrak dari belakang. Kemungkinan sopir truk itu mengantuk. Saya berhenti di tempat yang agak luas dan tidak berani turun karena melihat kondisi korban. Ada satu yang meninggal,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Purwadi, kernet truk tronton. Menurutnya, tabrakan terjadi secara mendadak saat dirinya dan sopir sedang berbincang di dalam kendaraan.

“Tiba-tiba ditabrak dari belakang. Sopir dan kernet truk sayur langsung terjepit. Saya tidak berani melihat karena kernetnya sudah meninggal. Kemungkinan sopirnya mengantuk,” ujarnya.

Usai proses evakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan visum.