BONDOWOSO, Terbitan.com – Pemkab Bondowoso melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso gelar pasar murah ramadan. Namun kegiatan tahunan tersebut dikeluhkan warga.
Pasar murah tersebut menggunakan kupon yang sudah dibagikan ke berbagai wilayah Bondowoso. Akhirnya, banyak warga yang ikut antri panjang, saling berdesakan untuk mendapatkan kupon tak kunjung dapat.
Pantauan dilapangan, ratusan sembako yang dibungkus tas kresek diangkut kembali, dimasukkan kedalam mobil warna putih dengan nomor P 670 AP oleh petugas yang jaga sembako.
Menurut Suhartono, Kabid Perdagangan Diskoperindag Bondowoso, bahwa kopon pasar murah ramadan telah habis terjual. Jadi sembako itu sudah ada yang punya.
Pengambilan atau penukaran kupon dengan sembako, pihaknya memberi waktu sampai pukul 12.00 wib. Jika lewat dari waktu yang ditentukan biar diambil di Diskoperindag.
“Kupon yang sudah dibeli, tapi barang yang ada distand itu belum diambil. Akhirnya, sampai pukul 12.00 wib lewat orang disuruh ambil sembako ke Diskoperindag,” kata Suhartono, Jum’at (24/5/2019)
Kendati demikian, akhirnya orang ada yang ambil sembako pukul 13.00-14.00 wib. bahkan ada juga yang ambil Jumat (24/5/2019) “Kalau teman-teman berlama-lama jaga stand disana kasian,” paparnya.
Awalnya, warga inisial Ny. NT, mendatangi wartawan di Radio Mahardhika. Ia bercerita sudah datang dari Kecamatan Cermee paling uning timur kabupaten Bondowoso, yang turut mengantri lama di pasar murah Ramadan.
Namun, yang ia harapkan setelah berpanas-panasan tidak mendapatkan kopon. Padahal sembako yang dijual di stand pasar murah masih menumpuk.
“Saya dari Desa, di Kecamatan Cermee, tadi saya ikut antri, ingin memperoleh kupon sembako murah. Setelah giliran saya, malah ditolak dengan alasan kuponnya sudah habis,” ujarnya Kamis (23/5/2019).



Tinggalkan Balasan