SEJARAH, Terbitan.com – Pada tahun 1974, Kabupaten Surabaya secara resmi berganti nama menjadi Kabupaten Gresik berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1974. Perubahan nama ini menandai sebuah babak baru dalam sejarah Kabupaten Gresik.
Perubahan nama ini bukanlah tanpa alasan. Pada tahun 1965, lima kecamatan di Kabupaten Surabaya dimasukkan ke dalam wilayah Kota Madya Surabaya, sehingga menimbulkan kepincangan dalam struktur pemerintahan. Ibu kota kabupaten yang berada di Gresik semakin menjauh dari wilayah yang diperintah.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melakukan beberapa upaya, termasuk pembangunan sarana dan prasarana di Gresik. Setelah proses yang panjang, Gresik resmi menjadi kabupaten mandiri dengan nama Kabupaten Gresik.
Perubahan nama kabupaten dari Surabaya menjadi Gresik disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk perbedaan nama kabupaten dengan ibu kotanya yang dirasa kurang tepat dan serasi secara psikologi. Selain itu, penambahan lima kecamatan ke dalam wilayah Kota Surabaya semakin menjauhkan pusat pemerintahan Kabupaten Surabaya dengan wilayah yang diperintah.
Perubahan nama kabupaten tersebut memberikan pengaruh besar terhadap Kota Gresik. Pembangunan sarana dan prasarana di Kabupaten Gresik semakin digalakkan, dan sektor industri semakin berkembang dengan banyaknya pabrik yang dibangun.
Kabupaten Gresik memiliki luas sekitar 1.194 km² dan mencakup Pulau Bawean yang terletak 150 km di lepas Laut Jawa. Pada tahun 2020, penduduk kabupaten Gresik berjumlah 1.311.215 jiwa dengan kepadatan 1.098 jiwa/km².
Gresik dikenal sebagai daerah industri utama di Jawa Timur, dengan beberapa industri besar seperti Semen Gresik, Petrokimia Gresik, dan Nippon Paint. Sektor perikanan juga signifikan, dan terdapat sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap berkapasitas 2.200 MW.
Gresik memiliki beberapa universitas ternama, seperti Universitas Kiai Abdullah Faqih, Universitas Qomaruddin, dan Universitas Internasional Semen. Pendidikan di Kabupaten Gresik terus berkembang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Kabupaten Gresik terkenal sebagai Kota Walisongo dan Kota Santri, karena memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Jawa Timur. Sejarah dan budaya ini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas Kabupaten Gresik.
Perubahan nama Kabupaten Surabaya menjadi Kabupaten Gresik merupakan peristiwa penting dalam sejarah Kabupaten Gresik. Perubahan nama tersebut berdampak pada perkembangan kota dan pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sejarah dan budaya lokal.



Tinggalkan Balasan