BONDOWOSO, Terbitan.com – Kisah pilu dialami seorang nenek yang hidup sebatang kara. selain itu, ia numpang dirumah tetangganya.
Nenek Misyana (59 tahun) warga dusun Karang Jawa Rt 23 / Rw 10, desa Gindogo, Kecamatan Tapen, Bondowoso Jawa Timur.
Menurut Ahroji, Bupati Lira Bondowoso bahwa Nenek Misyana, sampai saat ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah. Khususnya untuk menangani penyakit Diabetes Melitus (Kencing Manis) yang di deritanya.
Kendati demikian, nenek Misyana tak bisa beraktivitas dengan normal. Sebab, dibagian kakinya terdapat luka membusuk akibat penyakit yang di derita.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya, ia hanya berharap belas kasih dari para tetangga dekatnya,” kata Ahroji, Selasa (30/8/2022).
Lebih lanjut Ahroji menyayangkan kinerja pemerintah baik dari tingkat desa hingga kabupaten yang terkesan melakukan pembiaran.
Bahkan seolah-olah tidak peduli pada penderitaan rakyat kecil yang sangat membutuhkan perhatian khusus.
“Saya kecewa kepada pemerintah tingkat desa maupun pemerintah kabupaten yang kurang respek pada penderitaan rakyat kecil,” Ujar Ahroji, saat memberi bantuan sembako kepada nenek Misyana.
Ia mengimbau kepada stakeholder terkait yang menjadi corong pemimpin seharusnya mencari masyarakatnya untuk diperbaiki kehidupannya.
“Bukan hanya hadir disaat mau mencalonkan jadi pemimpin saja yang datang berbondong-bondong untuk dicoblos. Baik itu eksekutif maupun calon legislatif, ” Pungkasnya.


