PAMEKASAN, terbitan.com – Tangis haru pecah di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Si’ah (53), seorang pemulung botol plastik harus menunggu 5 tahun untuk bisa melihat rumahnya sendiri diperbaiki.

Penantiannya itu akhirnya terjawab. Rumah tidak layak huni miliknya kini mulai dibangun oleh prajurit TNI dalam program TMMD ke-130 Kodim 0826/Pamekasan, Kamis (15/10/2026).

Pantauan di lokasi, Si’ah hanya bisa tersenyum sambil berkaca-kaca melihat puluhan anggota TNI dan warga yang gotong royong mengaduk semen dan mengangkat bata untuk rumahnya.

“Alhamdulillah senang sekali, sudah lama ingin bangun rumah tapi tidak ada biaya. Terima kasih bapak-bapak tentara sudah bantu saya,” kata janda tiga anak itu dengan suara bergetar.

Keseharian Si’ah memang jauh dari kata cukup. Untuk menghidupi ketiga anaknya, ia harus berkeliling memulung botol plastik bekas di sekitar Desa Jarin. Hasilnya tak seberapa, hanya cukup untuk makan sehari-hari.

Impian memiliki rumah yang tidak bocor dan berdinding layak pun terpaksa ia pendam selama bertahun-tahun karena keterbatasan ekonomi.

Dansatgas TMMD ke-130 menyebut, kisah Si’ah menjadi salah satu potret alasan program Rutilahu dihadirkan. TMMD bukan hanya soal membangun jalan atau drainase.

“TMMD ini membangun kemanunggalan. Salah satu sasaran fisik kami adalah Rutilahu untuk warga seperti Ibu Si’ah yang memang sangat membutuhkan uluran tangan,” ujar salah satu personel di lokasi.

Kini, di tengah bunyi palu dan semangat gotong royong, Si’ah kembali punya harapan. Rumah yang dulu hanya jadi angan-angan, perlahan mulai berdiri kokoh berkat kepedulian TNI dan warga sekitar.