Madiun,Terbitan.com – Tidak Asing lagi Untuk Warga Madiun Pada Umumnya Petilasan Ki Ageng Mangir, di Kecamatan Saradan, kini menjadi salah satu destinasi wisata religius di Kabupaten Madiun yang banyak dikunjungi masyarakat untuk berziarah.

Ki Ageng Mangir dikenal masyarakat sebagai tokoh pada beradaban kuno. Konon, masih menjadi keturunan Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

“Ki Ageng Mangir hidup pada peradaban kuno, pada jaman Majapahit dulu,” ungkap juru pelihara Situs Mangiran, Joko Widodo. Sabtu 29/4/2023

Pantauan Terbitan.com Dalam Situs Mangiran, pengunjung dapat menjumpai sekitar 114 benda arkeologis dari kehidupan jaman peradaban kuno.

Diantaranya lumpang batu, fragmen lumpang, batu altar, koin, lesung batu, umpak, lingga semu, keramik cina, gandik miniatur tiang, struktur bata hingga sumur kuno.

Selain itu juga terdapat pendopo watu gilang, sendang mangir dan makam syekh ismail yang bernilai sejarah tinggi yang banyak dikunjungi peziarah.

Terlebih, keberadaan pemandian abadi pada sendang Mangir dengan struktur batu bata dengan tujuh sumur kecil yang dahulunya dijadikan tempat mandi para raja menjadi jujugan para peziarah untuk cuci muka bahkan mandi.

“Sekitar tahun 2004 silam, awalnya kita meneliti, mencari dan ditemukan beberapa benda petilasan Ki Ageng Mangir dan makam,” bebernya.

Dari temuan peninggalan tersebut, Situs Mangiran di tengarai menjadi pemukiman jaman Majapahit pada abad ke-13 hingga abad ke-17 yang sempat disinggahi Ki Ageng Mangir beserta pengikutnya.

Sehingga oleh masyarakat sekitar dijaga, dipelihara dan dijadikan wisata religi Desa Sidorejo sejak tahun 2004 lalu.