MUARA TEWEH, terbitan.com – Pihak kepolisian dari Polres Barito Utara mengambil langkah tegas. Dengan menggunakan tiga buah mobil dari CRT dan Water Canon, serta Patwal menghalau area banjir.
Dengan menggunakan pengeras suara, warga yang berduyun-duyun ke titik banjir langsung di imbau untuk kembali dan bubar, Senin 13/4/2020
Alasannya jelas, karena sesuai protokol pemerintah dan imbauan maklumat Kapolri. Bahwa titik masa yang berkumpul, dilarang dulu.
Mengingat saat ini, semua unsur di indonesia sedang melawan pandemi Covid-19 yang sudah banyak memakan korban.
Dikatakan oleh warga, yang saat tadi ada dilokasi. Ia mengapresiasi langkah tegas tersebut, karena miris melihat masa yang datang sangat banyak seperti sore kemarin.
“Saya terkejut, orang banyak ke area banjir seperti tahun baru saja. Padahal katanya, kita sedang dalam waspada vorus corona,”kata Juhri warga setempat Jalan Sangaji Hulu.
Tambahnya lagi, upaya Polisi itu mestinya dari kemarin. Karena kemarin banyak betul, orang kumpul dan mandi-mandi.
“Walaupun kita statusnya zona kuning, tapi tetap saja harus waspada dari ancaman Covid-19 menurut saya,”tukasnya.
Dari pantauan wartawan media terbitan.com ratusan masyarakat, yang mau menuju area banjir baik yang sudah di lokasi. Secara perlahan, membubarkan diri dan kembali.
Sementara Kapolres Barito Utara, AKBP Dodo Hendro Kusuma SIK melalui Kasat Binmas IPTU Rakhmadi mengatakan, bahwa, giat sore tadi adalah giat Tim Penanggulanagan, Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Barito Utara. Dimana ada semua unsur, baik Pemda, TNI,Polri,BPBD, Satpol PP dan relawan juga turun.
Dimana, sesuai dengan protokol Pemkab Barito Utara, dan Imbauan Pak Kapolri juga. Agar, dalam memutus mata rantai peneyebaran pandemi virus corona adalah jangan berkerumun.
Maka dari itu, tim tadi bergerak menyampaikan lagi imbauan secara persuasif langsung ditengah masyarakat.
“Kita berharap masyarakat membantu pemerintah, dalam upaya penanganan Covid-19. Meskipun Barut dalam zona merah, tapi setidaknya tetap waspada,”ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan. Hendaknya, meskipun sudah jadi tradisi, bila banjir warga banyak berenang, jalan-jalan dan berkumpul.
Tapi, katanya lagi. Mohon pahami, jika saat ini situasi lagi darurat Covid-19.Untuk itu, harapnya masyarakat dapat mematuhi dulu protap penanganan wabah corona.
“Jadi mohon kesadarannya, dan pemahamannya. Serta meminta degan penuh mohon juga, kepada semua orang tua, tokoh, agama, masyarakat, pemuda dan organisasi, untuk bisa sama-sama menjalankan perannya dalam menangani Covid-19, dengan setidaknya tak keluar dan berkumpul dulu jika tak mendesak,”tukas Kasat low profil itu dengan semua pihak.(Iwan)



Tinggalkan Balasan