SANANA, Terbitan.com – Kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara, Kepulauan Sula, terus diusut. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula melakukan penggeledahan di tiga lokasi penting pada Kamis (12/6/2025), termasuk rumah pribadi mantan pegawai Inspektorat berinisial SD.

Tiga titik yang menjadi sasaran penggeledahan adalah Kantor Desa Pohea, Kantor Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Disnakertrans), serta rumah SD. Tindakan ini dilakukan atas dasar surat perintah penyidikan dan penggeledahan yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula.

Menurut Kasi Intel Kejari Sula, Raimond, penggeledahan dilakukan setelah penyidik memperoleh informasi adanya dokumen dan barang penting yang diduga berkaitan erat dengan kasus tersebut, dan disimpan di tiga lokasi tersebut.

“Penggeledahan dilakukan secara serentak dan dari masing-masing tempat, tim penyidik berhasil mengamankan dokumen serta barang bukti yang sangat relevan,” ungkap Raimond kepada awak media.

Dijelaskan lebih lanjut, seluruh dokumen dan barang bukti yang ditemukan diamankan dalam sebuah koper, satu tas ransel, dan satu kontainer plastik, yang kemudian dibawa ke Kejari untuk dianalisis lebih lanjut.

Barang-barang tersebut nantinya akan digunakan untuk memperkuat proses penyidikan dan menjadi bagian dari alat bukti yang akan dihadirkan di persidangan. Raimond menegaskan, penyidik sedang bekerja maksimal untuk mengungkap dugaan korupsi yang diperkirakan menelan kerugian negara lebih dari Rp300 juta.

“Temuan ini menjadi bagian penting untuk membuka secara terang tindak pidana korupsi yang terjadi. Kami sedang mengumpulkan bukti tambahan agar dapat segera menetapkan tersangka,” ujarnya.

Sejauh ini, sekitar 20 orang saksi telah diperiksa oleh Kejari Kepulauan Sula, baik dari pihak pemerintah desa maupun pihak terkait lainnya yang diduga memiliki keterkaitan dalam pengelolaan DD dan ADD tahun anggaran 2021 dan 2022.

Raimond menyebut bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan pihaknya tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemeriksaan lanjutan atau penggeledahan tambahan jika ditemukan bukti baru yang relevan.

“Kasus ini sedang kami tangani secara serius. Kami ingin memastikan bahwa semua pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum,” pungkasnya.