PROBOLINGGO, terbitan.com — Warga Dusun Jerukan, Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, digemparkan dengan penemuan seorang pria paruh baya yang meninggal dunia di emperan sebuah warung, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban diketahui berinisial W (66), warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Informasi yang dihimpun, korban datang seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Beat bernopol S 3763 QT. Korban kemudian berhenti di kawasan Embong Miring dan beristirahat di depan warung milik Toli.

Salah seorang warga, Moch. Saleh (37), mengatakan awalnya warga mengira korban hanya tidur. Namun, setelah beberapa kali dipanggil, korban tidak memberikan respons.

“Awalnya kami kira dia tidur biasa, tapi setelah dipanggil berkali-kali tidak ada respons sama sekali,” ujar Saleh.

Sementara itu, warga lainnya, Samsul Arifin (46), mengaku melihat korban dalam kondisi lemas sebelum akhirnya terjatuh. Samsul menduga korban sempat mengonsumsi obat kuat sebelum mengalami kondisi tersebut.

“Sepertinya habis minum obat kuat, soalnya tiba-tiba ambruk sambil pegang dadanya,” katanya.

Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan tidak boleh dianggap sebagai penyebab kematian tanpa pemeriksaan medis.

Petugas Polsek Tegalsiwalan bersama tim Inafis Polres Probolinggo kemudian mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Kendaraan milik korban turut diamankan untuk kepentingan penanganan.

Kanit Reskrim Polsek Tegalsiwalan, Aipda Imam Mas’ut, membenarkan kejadian tersebut. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD.

“Benar, kami telah mengevakuasi jenazah ke RSUD untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Dari pemeriksaan awal di lokasi, tidak ditemukan indikasi kekerasan. Pihak keluarga yang tiba di lokasi juga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

Keluarga korban secara resmi menolak dilakukan visum et repertum maupun autopsi dan membuat surat pernyataan terkait hal tersebut.

“Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban sebagai musibah,” pungkas Aipda Imam Mas’ut.