TANGERANG, terbitan.com – Calon Legislatif (caleg) DPRD Provinsi Banten yang satu ini beda dari lainnya. Jika yang lain banyak mengumbar janji memperjuangkan program aneka pembangunan, tapi Nurjaman, caleg DPRD Provinsi Banten ini fokus pada program yang jelas yakni di bidang sosial dan keagamaan.
“Saya tidak mau janji memperjuangkan pembangunan, tapi tidak jelas apa yang dibangun. Saya lebih spesifik jika terpilih akan fokus memperjuangkan pengadaan makam dan bidang keagamaan,” ujar Nurjaman, caleg muda kelahiran Tangerang, 25 Mei 1981 ini.
Menurut suami dari Mida Farida, SE ini, mininnya lahan pemakaman di Kabupaten Tangerang menjadi persoalan penting. “Selama ini, masalah lahan pemakaman kerap luput dari yang diperjuangkan kalangan legislatif. Padahal sangat urgen. Karena itu, jika terpilih saya akan fokus memperjuangkannya,” ujar Nurjaman yang mengaku ayahnya dulu seorang tukang becak dan ibunya penganyam bilik bambu.
Caleg nomot urut 4 PKB Dapil Tangerang B ini menjelaskan, dia banyak menampung keluhan warga soal lahan pemakaman. “Saat ada anggota keluarga yang meninggal mereka bingung cari lahan pemakaman, terutama mereka yang tinggal di perumahan,” katanya didampingi Ketua tim suksesnya, Nurhasan.
Di bidang keagamaan, dia akan fokus memperjuangkan rehab dan pembangunan Mushola, majelis taklim, madrasah dan pondok pesantren. “Berbagai hal itu selama ini memang sudah tersentuh tapi tidak maksimal. Makanya saya akan fokus ke sana,” ujar ayah berputra satu ini.
Dengan fokus padal sejumlah hal itu, warga yang dikunjungi banyak memberi dukungan. Mereka berharap, jika dirinya terpilih punya rasa kepedulian untuk membantu kebutuhan masyarakat, tidak mengutamakan popularitas dan pencitraan.
Meski terlahir dari keluarga kurang mampu, tapi kini kehidupannya mapan. Aktivitasnya sebagai pengusaha muda dan punya jaringan kuat membuat DPW PKB Banten meminangnya sebagai caleg. Apalagi, dia juga mendapat dukungan dari orang tua angkatnya, Habib Haikal, salah satu tokoh masyarakat yang tinggal di Balaraja.
“Kalau untuk materi Insyaallah sudah cukup. Saya ingin masuj ke dewan semata-mata untuk mengabdi saja. Saya juga sudah bertekad memberikan gaji saya di dewan nanti untuk kepentingan masyarakat,” urainya.



Tinggalkan Balasan