TANGERANG, terbitan.com – Sejumlah penyelenggara Pemilu 2019 di Kabupaten Tangerang banyak yang mulai ‘tumbang’. Kerja maraton untuk menggelar Pemilu sejak persiapan pencoblosan, hari H, penghitungan hingga pleno rekapitupasi di tingkat PPK membuat kondisi fisik mereka ngedrop.
Ketua Panitia Pengawas Pemilu (PPK) Kecamatan Kresek Andri Hendriyana mengatakan, hingga kini puluhan stafnya mulai tingkat KPPS, PPS hingga PPK mulai terserang sakit.
Diantaranya Nasrullah, anggota PPK Kresek yang sejak usai pencoblosan harus dirawat karena jatuh dari kamar mandi. “Saya sudah tengok ke rumahnya. Kondisinya masih lemah karena kelelahan sehingga tidak bisa ikut pleno,” ujarnya.
Di TPS 8, Ketua KPPSnya Ayubi sampai diinfus saat menjalankan tugas penghitungan suara. Sedangkan di TPS 14 Desa Kemuning, Ketua KPPS Agus sampai tidak bisa lagi meneruskan penghitungan karena sakit hingga akhirnya tugas mereka diambil alih pihak PPK.
Sementara, dari pihak Panwaslu, sejumlah perangkatnya juga banyak yang jatuy sakit. Menurut Ketua Panwaslu Holid Mawardi, salah satu anggotanya Idham kini sedang dirawat karena sakit. “Staf kami Imas juga sakit,” ujarnya.
Atas banyaknya penyelenggara yang sakit, para dokter dari Puskesmas Kresek Minggu (22/4) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penyelenggara Pemilu di wilayah Kresek.
“Harapan kami, kesehatan kawan-kawan tetap terjaga hingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” tutur Ketua PPK Kresek Andri Hendriyana seraya mengatakan bahwa PPK menargetkan pleno penghitungan suara bisa diselesaikan Sabtu mendatang.



Tinggalkan Balasan