TANGERANG, terbitan.com – Kepala Desa (Kades) Patrasana Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Muhamad Naning akan meneruskan normalisasi Situ Patrasana. Meski sebelumnya hal ini dipersoalkan pemkab setempat dan pihak kecamatan, tapi Naning menegaskan bahwa pihak desa sudah mendapat izin.
Izin itu didapatnya dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane Kementerian PUPR. Rencananya luas area situ yang akan dinormalisasi mencapai 25 Ha. “Kami berpegang kepada izin yang kami dapat untuk melakukan normalisasi dan pengelolaan situ,” ujar Naning saat ditemui di kantornya, Senin (8/4).
Diuraikan, kenapa dirinya bertekad untuk melakukan normalisasi Situ Patrasana, tidak lain karena akan membawa dampak yang sangat positif dan sangat bermafaat bagi warganya.
“Jika Situ Patrasana dinormalisasi atau dikeruk lumpurnya, maka hal ini mampu menampung air sehingga saat hujan deras, desa kami tidak kebanjiran,” ujarnya seraya menyebut bahwa selama ini, sebagian kawasan Patrasana menjadi daerah langganan banjir.
Di sisi lain, Situ Patrasana akan dijadikan sebagai area wisata yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) Patrasana. “Jika situ ini tertata dengan baik, maka bisa dikembangkan jadi obyek wisata. Dampaknya, tentu akan meningkatkan perekonomian warga dan menjadi sumber penghasilan bagi desa,” kata Muhamad Naning.
Yang tidak kalah penting, dirinya berniat menjadikan Situ Patrasana sebagai sumber mata air untuk PAM (Perusahaan Air Minum) yang juga akan dikelola oleh BUMDes. “Warga kami selama ini kalau musim hujan kebanjiran, sedangkan saat kemarau kesulitan air. Jika ada PAM, mereka tidak perlu bingung lagi mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Salah satu bukti warganya sering sulit mendapat air bersih, beberapa waktu lalu pihak desa bekerjasama dengan para ibu dari Bhayangkari melakukan baksos membagikan air bersih kepada warganya.
Setelah mendapat izin tersebut, rencananya Naning akan kembali melakukan normalisasi situ dalam waktu dekat. “Kalau sudah memasuki musim kemarau, saya akan kembali menormalisasi Situ Patrasana,” ujarnya.
Naning berharap, apa yang dilakukan ini mendapat dukungan berbagai pihak. Apalagi, dalam melaksanakan pekerjaan ini, dia tidak memakai dana pemerintah serupiah pun. Bahkan sebanyak 60 petani yang sebelumnya menggarap lahan kawasan Situ Patrasana itu sudah diberikan uang kerohiman agar mereka tidak lagi bercocok tanam di lahan yang masuk area situ.



Tinggalkan Balasan