MADIUN, terbitan.com — Patroli Jalan Raya (PJR) Jasa Marga wilayah Jawa Timur 6 melaksanakan kegiatan sosialisasi di kawasan Interchange Tol Dumpil, Madiun, pada Selasa (10/6/2025). Kegiatan itu dalam rangka mendukung program nasional Zero ODOL (Over Dimension Over Load).

Data dari PJR Jatim 6 menunjukkan bahwa kendaraan ODOL menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan dan kerusakan infrastruktur jalan tol.

Kanit PJR Jatim 6, AKP Reo Anggar Prabowo, didampingi personel PJR serta perwakilan dari Pihak JNK (Jasamarga Ngawi – Kertosono Kediri) menyampaikan, sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran para pengemudi kendaraan angkutan barang terhadap bahaya kendaraan ODOL.

Menurut AKP Reo, selama ini masih banyak ditemukan truk ODOL melintas, terutama di ruas Tol Ngawi – Kertosono.

“Ini menjadi perhatian serius karena berisiko tinggi terhadap keselamatan pengguna jalan lain dan juga menyebabkan kerusakan jalan tol,” ungkap AKP Reo.

Dalam kegiatan itu, petugas juga melakukan pemeriksaan dimensi dan estimasi muatan terhadap sejumlah truk yang melintas, serta memberikan edukasi langsung melalui pembagian brosur dan penjelasan lisan.

AKP Reo menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini akan terus digelar secara rutin hingga akhir bulan Juni, sebagai langkah persuasif sebelum diterapkannya sanksi tegas terhadap pelanggaran aturan ODOL.

“Kami lakukan pendekatan secara humanis. Edukasi ini penting agar para pengusaha angkutan dan pengemudi truk bisa menyesuaikan armadanya,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, AKP Reo bwrharap, para pengemudi dan perusahaan angkutan barang dapat lebih memahami pentingnya mematuhi aturan batas dimensi dan muatan kendaraan, demi keselamatan bersama dan kelestarian infrastruktur jalan tol nasional.