LABUHANBATU, Terbitan.com || Demi kepentingan pribadi mengorbankan kepentingan orang lain itulah ungkapan yang cocok buat pemilik ternak lembu yang selalu melepaskan ternak lembunya berkeliaran di jalan Pendidikan Desa N-6 Aek Nabara. Pasalnya telah berulang kali di himbau Pemerintah Desa N-6 Aek Nabara, yaitu Kepala Desa N-6 Yunus Ginting (hasil konfirmasi awak kepada Kades Yunus Ginting) agar tidak melepaskan hewan ternaknya ke Jalan Pendidikan , jalan Utama menuju SMP N1 Bilah Hulu dan SMU N1 Bilah Hulu saat aktivitas sekolah masih berlangsung, namun tetap tidak dihiraukan.
Begitu juga halnya para Orang tua siswa telah banyak menyampaikan keluhan demi keluhan prihal hewan ternak lembu yang selalu menganggu aktivitas antar jemput anak sekolah, baik melalui media sosial Facebook maupun keluhan keluhan langsung di lapangan ketika terganggu saat hendak melintasi Jalan Pendidikan, bahkan media ini telah pernah menerbitkan berita pada 29 Agustus 2023 yang lalu dengan judul “Puluhan Ternak Lembu Berkeliaran Menutup Jalan Utama Menuju Sekolah”.
Namun, sepertinya para pemilik hewan ternak lembu tersebut memang tidak peduli dengan keluhan dan himbauan Pemerintah Desa N-6 Aek Nabara. Karena keadaan tersebut Sekretaris LSM Penjara PN Kabupaten Labuhanbatu ” Hulman Manik'” meminta management Perusahaan PTPN III Kebun Aek Nabara Selatan untuk memberikan sanksi tegas bagi pemilik lembu yang dengan sengaja melepaskan hewan ternaknya tanpa penjagaan ke Jalan akses utama menuju Sekolah SMPN 1 Bilah Hulu dan SMU N1 Bilah Hulu serta SD Negeri N-6 Aek Nabara.
“Saya rasa tak hanya himbauan saja yang perlu di perbuat Pemerintah Desa N-6 Aek Nabara, perlu juga di buat ketegasan. Mengingat Jalan Pendidikan N-6 adalah akses utama anak sekolah”.tuturnya
Hulman juga meminta pihak perusahaan PTPN III Kebun Aek Nabara Selatan untuk mendata karyawannya yang memiliki hewan ternak lembu.
“Yang jadi pertanyaan kami, apakah hewan ternak lembu tersebut seluruhnya kepunyaan karyawan? Atau hanya titipan orang di luar perusahaan? apakah setelah ada orang tua atau siswa terjatuh atau pengguna jalan lain di seruduk lembu atau pun jatuh karena ketakutan di seruduk lembu, baru kita peduli ? sehingga begitu acuhnya pemilik hewan ternak lembu tersebut atas himbauan kades N-6 Aek Nabara”. Kesal Hulman.
Dari pengamatan awak media dilapangan, hewan ternak lembu tersebut selalu di Giring sore hari menuju Afdeling 3 Kebun Aek Nabara Selatan (kanas) yang merupakan kawasan Perusahaan BUMN PTPN III.
“Di mana hewan ternak lembu itu di kurung malam hari, apakah perusahaan memang menyiapkan kandang ternak hewan lembu itu, bagaimana perizinannya terhadap perusahaan? ataukah di biarkan sampai pagi di areal kebun sawit perusahaan?” tanya awak media.


