Sanana, terbitan.com – Pasar Basanohi, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kepulauan Sula, semakin hari kian semrawut. Kondisi jalan yang becek, pedagang yang berjualan hingga ke badan jalan utama, serta minimnya penataan dari pemerintah membuat warga geram.

Tamrin (36), warga Kota Sanana, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi pasar yang terkesan kumuh dan tidak tertata. “Setiap pagi kalau ke pasar, pasti kesal. Jalannya becek dan penuh genangan air. Tidak ada saluran air yang baik, jadi kotor dan licin,” keluhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kurnia, seorang pengunjung pasar. Ia mengaku enggan mengenakan pakaian bagus saat berbelanja karena kondisi pasar yang sangat kotor. “Kalau ke pasar jangan pakai baju bagus, cukup pakai sandal jepit. Jalannya becek, kotor, dan bikin malas ke sana,” ujarnya kepada media, Selasa (18/3/25).

Kondisi paling parah terlihat di area pedagang ikan. Sepanjang jalan di lokasi ini dipenuhi genangan air dan lumpur, memperburuk kenyamanan pengunjung. Sayangnya, hingga kini belum terlihat adanya upaya konkret dari Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdag) Kepulauan Sula untuk menata ulang pasar agar lebih bersih dan tertib.

Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan melakukan pembenahan agar Pasar Basanohi kembali menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat. Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kepulauan Sula, Djena Tidore, belum dapat dihubungi untuk dimintai tanggapannya.