MADIUN, terbitan.com — Pemerintah terus mengupayakan stabilisasi harga pangan dan perlindungan sosial masyarakat melalui program bantuan pangan. Kali ini, sebanyak 1.245 ton beras disalurkan kepada 62.269 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sebagai bagian dari program bantuan pangan nasional.

Penyaluran dilakukan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum BULOG, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Madiun. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras, yang didistribusikan sekaligus untuk periode Juni dan Juli 2025.

Acara penyaluran bantuan digelar secara simbolis pada Kamis (17/7/2025) dan dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai unsur, antara lain: perwakilan Kejaksaan Negeri Madiun, Kepala BPS Kabupaten Madiun, jajaran perangkat daerah, unsur Forkopimcam, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Madiun.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, menyampaikan bahwa bantuan pangan ini merupakan wujud kehadiran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi serta menjawab tantangan inflasi yang berdampak pada rumah tangga rentan.

“Program ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dengan menggunakan basis data DT-SEN, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, kami berharap bantuan ini tepat sasaran dan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Hari.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa program ini juga mendukung ketahanan pangan nasional, sekaligus menjadi intervensi strategis terhadap harga beras yang menunjukkan tren kenaikan. Berdasarkan data BPS, inflasi beras meningkat dari 0,36% pada Januari menjadi 1% pada Juni 2025.

“Pemerintah Kabupaten Madiun telah menyiapkan cadangan beras sebesar 34.721 kilogram, ditambah cadangan gabah yang tersebar di 147 lumbung pangan masyarakat. Ini bentuk kesiapsiagaan kami dalam menghadapi kemungkinan krisis pangan,” tambahnya.

Program bantuan pangan nasional yang dikelola oleh Bapanas dan disalurkan melalui BULOG merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menghadapi tekanan inflasi pangan yang semakin nyata. Selain menjaga ketersediaan dan keterjangkauan, bantuan ini juga memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat miskin dan rentan.

Penyaluran bantuan pangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Madiun, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta daya beli masyarakat, terutama menjelang musim paceklik dan ketidakpastian harga komoditas global.