TANGERANG, terbitan.com – Puskesmas Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang terus melakukan antisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melakukan foging focus (pengasapan) di rumah warga yang terkena DBD.
Menurut Penanggungjawab Program Kesling dan DBD Puskesmas Jambe Rita Haerani, pengasapan dilakukan di desa Kutruk, Jambe, Pasirbarat dan Mekarsari. “Di daerah-daerah ini, pada bulan Januari lalu ada warganya yang kena DBD,” ungkap Rita di ruang kerjanya.
Selanjutnya, pihak Puskesmas terus melakukan monitoring ke berbagai wilayah Jambe. Untuk ini, Rita mengatakan sudah bekerjasama dengan para Ketua RT dan RW se-Jambe. “Kami sudah minta kepada RT dan RW agar segera melapor kepada kami jika ada warganya yang kena DBD,” jelasnya. Tujuannya agar yang bersangkutan bisa segera ditangani.
Di tempat sama, KepalaTata Usaha Puskesmas Jambe, Siti Syuraningsih, SKM menambahkan, selain kerjasama dengan RT dan RW, pihak puskesmas menggiatkan kinerja para Kader Jumantik (juru pemantau jentik). Anggotanya berasal dari kader posyandu di wilayah Jambe.
“Melalui mereka, kami melakukan sosialisasi kepada warga agar menjaga pola hidup bersih dan bersama-sama mencegah DBD,” ujarnya mewakili Salah satunya dengan menggiatkan Kepala Puskesmas Jambe, dr. R. Astrid Heraline.
Dari data pihak Puskesmas, di tahun 2019 ini, terdapat 10 kasus DBD yang terjadi pada bulan Januari. Sedangkan bulan Februari dan hingga minggu kedua Maret ini tidak ada laporan warga yabg menderita penyakit DBD.
Sepuluh pasien DBD yang sempat ditangani pihak puskesmas kini sudah sembuh. Mereka terdiri dari 9 pria dan satu wanita yang berasal dari desa Kutruk, Jambe, pasirbarat dan Mekarsari. Sekedar diketahui, kasus DBD yang terjadi di Jambe ini baru terjadi dalam tiga tahun terakhir.



Tinggalkan Balasan