Pangkalpinang, terbitan.com – Ketua Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWOIN) Bangka Belitung (Babel), Kurnia, soroti kinerja KSOP Pangkalbalam

Hal ini Ia katakan terkait ada beberapa pemberitaan tentang keberadaan tongkang yang membawa slag milik PT.Timah dari Pulau Belitung dan kemudian bersandar serta berencana untuk melakukan bongkar muat di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) milik PT. Timah.

Pihaknya pun menduga ada oknum KSOP bermain serta menghambat PT. Timah sandar kapal angkut slag tersebut.

Kurnia mengatakan bahwa selama ini banyak kegiatan yang dilakukan di Pelabuhan tersebut. Bahkan dirinya meyakini ada aktivitas kegiatan pemuatan kayu akasia hingga bongkar batu split.

“Kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri banyak kegiatan yang dilakukan di pelabuhan tersebut terakhir yang saya tahu dan lihat adalah kegiatan bongkar batu split. kalau nggak salah saya masih simpan foto sandarnya,” ujar Kurnia, Sabtu (13/11)

Untuk itu Kurnia mengaku heran ketika PT.Timah melakukan kegiatan di Pelabuhan sediri untuk kepentingan sendiri dipersulit, sementara perusahaan lain yang bukan kepentingan PT.Timah bisa

Apalagi menurut Kurnia, JT milik PT.Timah merupakan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS), sehingga mustahil ada aktivitas lain, kecuali PT.Timah.

“Ijin TUKS harus terkait usaha pokok perusahaan pemegang ijin TUKS Bukan untuk barang-barang lain selain kepentingan pemilik ijin TUKS.Jadi selain komoditi PT.Timah itu menyalahi ijin yang ada, berarti ada penyalahgunaan dalam ijin,” tegasnya

Ia pun kembali menekankan selama ini terdapat aktivitas di TUKS JT milik PT.Timah

“Selama ini saya melihat ada kegiatan pemuatan kayu akasia dan bongkar batu split. hal ini menjadi pertanyaan bagi saya. karena saya yakin ini tidak diketahui oleh PT.Timah. Dan pasti tidak ada ijin dari PT.Timah selaku pemilik ijin TUKS. Tapi kegiatan itu berlanjut sampai sekarang, terakhir tanggal 14 september 2021 lalu ada tongkang memuat batu split bersandar dikawasan TUKS PT.Timah,” bebernya

“Mungkin kita bisa cek bersama SPB yang manifesnya muatan kayu akasia dan kedatangan tongkang berisi batu split di KSOP. Tidak ada pemuatan kayu di pelabuhan pangkal balam kecuali di JT kerikil milik PT. Timah, termasuk bongkar batu split, ini kok bisa. Kenapa PT. Timah nggak bisa untuk kepentingan sendiri, ada apa ini dengan KSOP,” jelasnya Kurnia.

Untuk kedepannya, Ia berharap agar PT. Timah tegas dan tidak membiarkan oknum oknum memanfaatkan hal ini untuk kepentingan pribadi serta jelas tidak memberi kontribusi apapun baik ke PT. Timah maupun masyarakat