TANGERANG, terbitan.com – pasca Idul Fitri 2019 ini, kasus ‘raib’-nya mobil ambulance bantuan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) 2008 Kecamatan Kresek Tangerang kembali mencuat. Sejumlah tokoh dan elemen mempertanyakan keberadaan mobil ambulance yang sudah sejak lama tak pernah terlihat lagi.

Rukma, aktivis anti korupsi yang tinggal di Kresek minta, ‘hilang’-nya ambulance ini diusut tuntas. Jika memang benar ambulance itu sudah tidak ada, berarti ini sebuah kasus penggelapan dan bisa dipidanakan. “Kita harus sama-sama mengawasi. Jangan sampai fasilitas masyarakat ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum pejabat untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Aktivis pemuda Kresek lainnya Sahari juga mendesak kasus ini dibeber dan diusut kembali. Sebab, fungsi ambulance ini sangat penting. “Kalau ada oknum pejabat yang dengan sengaja menghilangkan untuk kepentingan pribadi, ya harus ditindak. Polisi harus turun mengusutnya,” tegas Sahari.

Tokoh pemuda Kresek lainnya Andri Hendriyana berujar singkat dengan nada menyindir menyikapi ‘raib’-nya ambulance itu. “Dari rakyat untuk rakyat, rakyat lihat, tapi cukup lihat saja. Rakyat lengah ambulance musnah,” ungkapnya menyindir.

Sumber terbitanbanten.com secara gamblang membeberkan kasus ini. Menurutnya, mobil ambulance yang diduga ‘raib’ itu jenis minibus Suzuki APV dan merupakan bantuan dari PNPM tahun 2018.

STNK mobil itu atas nama salah satu pengurus PNPM Desa Talok, Udin. Saat itu, pengurus PNPM saat pengadaan ambulance selain Udin adalah Bunyamin, Kudepah, dan Raodah.

Sedangkan Pengurus UPK (Unit Pengelola Keuangan) 2008 adalah Adam Muntaha.SE sebagai Ketua, Nurul Alam (Sekertaris) dan Aridah (Bendahara).

“Yang mengajukan bantuan ambulance PNPM memang Kades Talok saat masih dijabat Mukhtar. DP-nya pun dari pihak Talok, sedangkan pelunasannya dengan dana PNPM,” ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini.

Meski pengajuannya dari Talok, namun fungsi ambulance ini untuk kepentingan masyarakat 2 kecamatan yakni Kresek dan Gunung Kaler. “Awalnya memang difungsikan untuk warga. Tapi lama-kelamaan seolah hilang begitu saja unit ambulance-nya. Saya miris dengan kondisi ini, apalagi tahun 2008 itu, saya juga ikut memperjuangkan bersama warga agar bantuan ambulance itu terealisasi,” ungkapnya.

Namun sejauh ini, pihak-pihak terkait kasus ini belum dapat dikonfirmasi, karena beberapa diantaranya masih libur lebaran. (Bersambung)

Penulis: Ananta Putra