SUMENEP, Terbitan.com – Matahari mulai memancarkan sinarnya dengan sempurna saat arus lalu lintas di Kabupaten Sumenep semakin ramai. Di tengah kesibukan mengatur lalu lintas, Tim Elang Satlantas Polres Sumenep juga harus menghadapi tugas tambahan yang tak kalah penting: membersihkan pecahan kaca akibat kecelakaan lalu lintas.
Pagi itu, sekitar pukul 09.00 WIB, Tim Elang Satlantas yang dipimpin oleh Kanit Turjawali IPDA Dita Pradiptya menerima laporan mengenai kecelakaan di Jalan Nasional, Desa Bluto, Kecamatan Bluto. Tanpa menunda waktu, mereka langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Begitu tiba di lokasi, mereka mendapati pecahan kaca berhamburan di jalan, sisa dari kecelakaan yang terjadi beberapa saat sebelumnya. Kaca-kaca tersebut bisa membahayakan pengendara, terutama bagi pengguna sepeda motor yang melintas.
Tanpa ragu, salah satu anggota Tim Elang mengambil sapu. Dengan seragam putih birunya, ia mulai menyapu pecahan kaca di tengah jalan raya.
“Kami tidak hanya bertugas mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan keselamatan pengguna jalan,” ujar IPDA Dita Pradiptya saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, membersihkan jalan dari pecahan kaca bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan, tetapi juga bagian dari tugas kemanusiaan yang harus dilakukan demi menghindari kecelakaan lanjutan.
Menjalankan tugas di bulan Ramadan tentu menjadi tantangan tersendiri bagi anggota kepolisian. Meski sedang berpuasa, mereka tetap harus siaga untuk mengatur lalu lintas dan merespons berbagai kejadian di jalan raya.
Bagi IPDA Dita Pradiptya dan timnya, tugas sebagai polisi bukan sekadar pekerjaan, melainkan juga bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Kami memang sedang berpuasa, tapi tanggung jawab ini tidak bisa ditunda. Keselamatan masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya dengan tegas.
Sikap profesional dan humanis seperti ini menjadi bukti bahwa kepolisian bukan hanya tentang penegakan hukum, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat dalam berbagai bentuk.
Aksi yang dilakukan oleh Tim Elang Satlantas Polres Sumenep ini menjadi contoh nyata bagaimana polisi bisa lebih dari sekadar penegak hukum. Kepedulian dan tindakan nyata mereka menunjukkan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama.
Di bulan Ramadan yang penuh berkah ini, mereka tetap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Bukan hanya sekadar mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan jalanan tetap aman bagi semua pengguna jalan.
“Polisi bukan hanya tentang menilang. Kami hadir untuk melindungi dan melayani masyarakat, kapan pun dan di mana pun,” tutup IPDA Dita Pradiptya.


