TANGERANG, terbitan.com – Sedikitnya 7.000 ribu hektare lebih lahan pertanian di Kabupaten Tangerang mengalami kekeringan. Hal ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Menurut Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, saat ini kekeringan terus meluas. Mengingat, musim kemarau masih terus berlangsung. Sebelumnya, BPBD menetapkan status siaga bencana kekeringan. Tapi, kemungkinan akan dinaikkan menjadi tanggap darurat kekeringan.
“Iya, saat ini kekeringan di wilayah Kabupaten Tangerang makin meluas. Kemungkinan akan dinaikkan statusnya menjadi tanggap darurat kekeringan,” kata Agus.
Dalan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga bulan September mendatang masih terjadi musim kemarau. Dia memprediksi, seiring belum turunnya hujan, kekeringan akan terus meluas.
Terkait ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah berupaya untuk membuat sumur pantek di sekitar sawah. Namun hasilnya belum begitu maksimal akibat kekeringan tersebut.
Sementara, seiring dengan masih terjadinya kekeringan, pasokan air bersih kepada warga juga ikut berkurang. Untuk itu, di Kabupaten Tangerang, pihak BPBD dan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR) turut memasok air bersih.
Penulis: Ananta Putra



Tinggalkan Balasan