TANGERANG, terbitan.com – Petani sejumlah daerah di Kabupaten Tangerang saat ini mulai melakukan panen padi. Tapi di sisi lain, banyak juga petani yang masih harus menunggu panen beberapa minggu ke depan.

Salah satu wilayah yang panenannya tidak serentak yakni di Kecamatan Kresek. Seperti di wilayah Desa Jengkol, ada petani yang sudah panen, tapi ada juga yang belum. “Saat tanam tidak serempak, maka waktu panennya juga beda-beda,” ujar Sukarya, seorang petani di desa ini.

Saat ditanya kenapa petani di wilayahnya tidak serempak saat tanam, Sukarya menjelaskanhal yang jadi kendala karena banyak diantara petani kesulitan modal kerja. “Kami banyak yang kesulitan modal untuk membeli bibit padi dan pupuk sehingga diantaranya ada yang menunda menggarap lahan pertaniannya hingga terlambat tanam,” tutur pria 49 tahun ini.

Petani lain, Amran (40) mengatakan, tidak serempaknya panen juga karena faktor iklim yang tidak menentu. Sehingga pasokan air tidak merata di masing-masing lahan pertanian. “Bahkan, di desa kami sampai ada petani yang tidak bisa menggarap lahan karena tidak mendapat jatah air irigasi,” tuturnya.

Akibat berbagai kesulitan itu, kini tenaga penggarap sawah juga makin berkurang. Diantara mereka banyak yang beralih pekerjaan menjadi pekerja pabrik dan berdagang.