TANGERANG, terbitan.com – Kelompok pembudidaya daya ikan/udan (Pokdakan) Mina Mandiri yg berlokasi di Kampung Patramangga Desa Karang Anyar Kemiri Kabupaten Tangerang terancam bangkrut. Hal ini dikarenakan tidak pernah tersentuh tangan Pemkab Tangerang.

Ketua Pokdakan Mina Mandiri Isroil Rasmuni menceritakan, saat ini, akibat abrasi dan sedimenisasi saluran primer mengalami pendangkalan parah. Sehingga suplai air (ROB) pasang tidak bisa mengalir ke tambak petani.

Akibatnya, lahan tambak yang dikelola kelompok berjumlah 37 orang dengan luas hamparan 148 Ha banyak yang terbengkalai. “Hal ini terus terjadi tiap tahun saat musim kemarau,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk sumbatan air dalam skala kecil atau ringan, petambak melakukan upaya gotong royong memperbaikinya. “Tapi kalau kerusakannya seperti saat ini, mak kami berharap adanya upaya pemerintah atau dinas instansi terkait untuk turun tangan,” tegasnya.

Kondisi Pokdakan Mina Mandiri seperti sekarang ini memang sangat ironis. Sebab sebelumnya, kelompok ini banyak mengangkat nama baik Tangerang dan Provinsi Banten dengan menjuarai sejumlah peelombaan. Diantaranya tahun 2015 menjadi juara 1 Regional Wil Narat 11 provinsi dan Juara 3 Pokdadan tingkat nasional.

“Kami berharap, Pemkab Tangeranh melalui PU Bina Marga dan Dinas Perikanan dan Kelautan jangan tutup mata. Saya merasa, nasib kami saat ini seperti anak tiri,” keluhnya seraya berharap dukungam berbagai program untuk anggotanya seperti Program Gerbang Mapan atau Gebrag Pak Kumis.

Penulis: Ananta Putra