TANGERANG, terbitan.com – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar  mengatakan, dalam satu hari sampah yang dihasilkan warga mencapai 1.500 ton tiap hari. Dari jumlah itu, pihak Pemkab baru bisa mengangkut 700-800 ton sehari.

Dalam diskusi di The Breeze-BSD, Bupati mengatakan, sisa sampah yang tidak terangkut itu menyebabkan polusi dan pencemaran. Sebab, mereka membuangnya di lahan kosong, sungai, di jalan dan tempat-tempat lain.

Di sisi lain, Zaki juga curhat, saat ini tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Jatiwaringin Kecamatan Mauk sudah tidak lagi bisa menampung sampah. Luas TPA 16 hektare itu sudah dipenuhi guninhan sampah hingga puluhan meter.

Sebenarnya, TPA itu sekarang sudah diperluas hingga luasannya mencapai 30 hektare. Namun pihaknya masih khawatir sampah yang ada tidak tertampung.

Untuk itu, Zaki berharap dukungan pemerintah pusat untuk membantu penanganan sampah. “Kami sudah kewalahan, karena itu kami berharap pemerintah pusat membantu,” ujarnya.

Sebelumnya, Bupati Zaki Iskandar meluncurkan program Kurasaka (Kirangi sampah kantor kita). Dalam program ini tiap kantor di kabupaten Tangerang dilarang membawa minuman dengan botol mineral kemasan dan bok makanan. Tujuannya untuk mengurangi sampah dan mengarah pada gaya hidup sehat.

Program lain yang juga sedang dilaksanakan adalah Kiprah (kita peduli permasalahan sampah). Program ini selain untuk penyadaran juga pemberdayakan warga agat turut mengolah sampah. Diantaranya melalui bank sampah dan bantuan mesin pengolah sampah kepada masyarakat.