BANTEN, terbitan.com – Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten menolak adanya pihak yang menyebut aksi demonstrasi yang dilakukan ditunggangi pihak tertentu. Hal ini menanggapi untuk menanggapi adanya pihak yang menyebut bahwa aksi lembaga ini mengkritisi Pemprov Banten ‘digerakkan’ pihak tertentu.

Seperti diketahui, sejak bulan Maret hingga Mei 2019 ini, Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabeka-Banten telah melakukan sejumlah aksi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B). Aksi ini untuk mengkritisi dugaan penyalahgunaan kekuasaan dan dugaan korupsi yg terjadi di lingkungan Pemprov tersebut.

“Kami menolak jika aksi kami disebut telah ditunggangi oleh kekuatan besar seperti yg disebutkan oleh pihak tertentu sebab aksi kami sudah melalui mekanisme organisasi,” ujar Ketua Bidang External (PTKP) Badko HMI Jabodetabeka-Banten, Januar Eka Nugraha.

Menurutnya, dalam aksi yang telah 3 kali dilakukan itu sebelumnya telah masuk pada pembahasan rapat harian pengurus. Karena itu, pihaknya akan tetap konsisten dalam menyampaikan kritikan-kritikan terhadap Pemprov Banten. “Selain itu, kami juga segera mendorong KPK terlibat dalam pemberantasan korupsi di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya menyampaikan terima kasih atas masukan dari pihak-pihak tersebut. “Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami, namun kami akan terus melakukan aksi ini agar dugaan korupsi di lingkungan Pemprov Banten bisa segera diusut,” tegas Januar.