TANGERANG, terbitan.com – Kebiasaan sebagian warga Kabupaten Tangerang membuang sampah sembarangan masih belum hilang. Saat ini banyak lahan kosong di sekitar permukiman menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi itulah yang menyebabkan pihak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kesulitan mengangkutnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Saifullah menjelaskan, sebenarnya armada truk sampah yang dimilikinya cukup. Jumlahnya ada 190 unit. Tapi karena masih banyak warga membuang tidak pada TPS (tempat pembuangan sampah) yang disediakan, akhirnya sulit dipantau petugas kebersihan.
“Ke depan kami terus mengimbau warga meningkatkan kepedulian membuang sampah pada tempat-tempat yang disediakan,” ujarnya. Untuk itu, dia telah minta kepada semua lurah dan kepala desa untuk minta warganya agar mentaati aturan membuang sampah. Hal ini membantu dan mempermudah petugas kebersihan menangkut sampah.
Terpisah, Eni Setiawati (25), seorang karyawan sebuah pabrik di Tangerang minta agar Pemkab Tangerang menambah jumlah TPS di berbagai wilayah. “Mungkin banyaknya masyarakat membuang sampah di tempat-tempat tertentu karena mereka sulit mencari TPS yang dekat tempat tinggal,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Tangerang A Zaki Iskandar meluncurkan program Kurasaka (Kirangi sampah kantor kita). Dalam program ini tiap kantor di kabupaten Tangerang dilarang membawa minuman dengan botol mineral kemasan dan bok makanan. Tujuannya untuk mengurangi sampah dan mengarah pada gaya hidup sehat.
Program lain yang juga sedang dilaksanakan adalah Kiprah (kita peduli permasalahan sampah). Program ini selain untuk penyadaran juga pemberdayakan warga agat turut mengolah sampah. Diantaranya melalui bank sampah dan bantuan mesin pengolah sampah kepada masyarakat.
Syaifullah berharap, pengelolaan sampah ke depannya bisa lebih maksimal. Sehingga kabupaten Tangerang akan terlihat lebih bersih, rapi dan bebas dari kekumuhan.



Tinggalkan Balasan