MADIUN, terbitan.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjamin asupan sehat bagi anak sekolah justru menuai sorotan tajam di SPPG Ampuh Sidorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. Sejumlah wali murid mengeluhkan temuan makanan yang diduga tidak layak konsumsi, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.
AR, wali murid TK Sidorejo Saradan, menegaskan bahwa dirinya tidak menolak program MBG. Namun ia mengecam keras kualitas penyajian menu yang dinilai jauh dari standar kelayakan.
“Saya tidak mempermasalahkan MBG, tapi tolong dilihat juga SPPG lain, kelihatan layak. Di sini enak dipandang saja tapi tidak marem. Pernah oseng-oseng kangkung, frozen food, sekarang malah roti campur sosis yang busuk,” tegas AR, Selasa (30/12/2025).
Puncak kekecewaan terjadi pada Senin, 29 Desember 2025. AR mengaku mendapat laporan dari pengasuh anaknya bahwa sosis dalam paket MBG sudah dalam kondisi busuk, berlendir, pucat, dan berjamur. Ironisnya, makanan tersebut tetap didistribusikan ke sekolah.
“Saya memang tidak cek langsung, tapi pengasuh saya bilang jelas busuk. Katanya kalau busuk suruh lapor sekolah. Tapi jawaban dari SPPG cuma ‘berarti tidak usah diberikan’. Itu jawaban yang sangat tidak bertanggung jawab,” katanya geram.
Keluhan serupa juga datang dari wali murid lain. Dalam sebuah video yang beredar di kalangan orang tua, terlihat roti MBG dalam kondisi lengket, lembek, dan mengeluarkan bau tidak sedap. Fakta yang paling disorot, roti tersebut diambil sekitar pukul 08.00 WIB dan baru satu jam kemudian, pukul 09.00 WIB, sudah tidak layak konsumsi.
Program MBG di SPPG Ampuh Sidorejo Saradan sendiri diketahui telah berjalan sejak 5 Desember 2025 dan menyasar siswa TK, SD, hingga SMP. AR menegaskan bahwa kritik ini bukan bermuatan kepentingan apa pun, melainkan murni demi keselamatan anak-anak.
“Saya tidak ingin kejadian seperti di SPPG Kleco terulang. Anak-anak itu tidak tahu makanan busuk atau tidak. Kalau orang dewasa saja jijik, apalagi anak kecil,” ujarnya.
Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dapur SPPG Sidorejo Saradan, Auzan Hilfi Nurhaikal, SPPI, menyampaikan permohonan maaf melalui grup WhatsApp wali murid. Ia mengakui adanya roti yang tidak memenuhi standar spesifikasi gizi pada pengiriman MBG tanggal 29 Desember 2025.
“Kami menyadari terdapat sejumlah roti yang tidak memenuhi standar. Kami telah melakukan evaluasi internal dan memberikan teguran keras kepada mitra penyedia bahan baku,” tulisnya.
Meski demikian, permintaan maaf tersebut dinilai belum cukup oleh sebagian wali murid. Mereka mendesak adanya evaluasi menyeluruh, pengawasan ketat, serta transparansi distribusi MBG agar program nasional yang menyangkut kesehatan anak tidak berubah menjadi ancaman tersembunyi.


