TANGERANG, terbitan.com – Setiap sore, banyak warga yang mendatangi Sungai Cisadane yang menjadi pembatas Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang. Mereka menghabiskan waktu menjelang maghrib dengan memancing.
Irawan (29), warga yang tinggal di Cisauk Tangerang mengatakan, memancing di Cisadane menjadi salah satu kegemarannya. “Daripada mancing di kolam ikan, saya lebih pilih di sungai. Mengasyikkan, tantangannya lebih banyak dan gratis,” ujar pria yang bekerja di sebuah pabrik tekstil ini.
Menurutnya, sungai Cisadane memiliki aneka ragam ikan seperti baung, lele dan tawes. Dia mengaku pernah mengangkat ikan lele sebesar 3 kg. “Kalau yang sering sih dapat ikan satu kiloan,” ujarnya.
Warga yang memancing di sungai Cisadane, ada yang menyewa perahu rakit dan ada juga yang memancing dari bantaran sungai dan atas jembatan.
Fadli (20) pemancing lainnya mengaku lebih suka memancing dari atas jembatan. Alasannya karena dari faktor keamanan lebih terjamin. Pria yang masih kuliah di Universitas Pamulang Tangerang Selatan ini bercerita, pernah suatu ketika menyewa perahu rakit.
Sedang asyik memancing, tanpa disadari tiba-tiba datang banjir. Padahal di sekitar kawasan itu tidak hujan. “Rupanya banjir kiriman dari Bogor. Untung saja saya masih di pinggiran sungai jadi bisa menyelamatkan diri,” tuturnya.
Selain memancing, tiap sore banyak juga warga yang menghabiskan waktu untuk bersantai di sungai Cisadane. Mereka umumnya mengajak keluarga untuk menikmati panorama sunset dan berfoto selfie dengan latar belakang sungai.
“Sayangnya di sekitar sini belum dikelola dengan baik. Coba kalau di pinggiran sungai dijadikan pusat kuliner pasti akan ramai. Sekarang kalau ngajak anak-anak ke sini harus bawa makanan karena tidak ada yang jualan,” ujar Ny. Nur (22), salah satu pengunjung.
Pihaknya berharap, pemerintah dua daerah yakni Pemkab Tangerang dan Pemkot Tangsel dapat bekerjasama menjadikan Sungai Cisadane sebagai tempat wisata murah untuk warga.



Tinggalkan Balasan