BLITAR, terbitan.com – Sejumlah remaja terlihat duduk lesehan beralas tikar di tengah area Taman Kebon Rojo Kota Blitar, Minggu (21/9/2025) pagi.

Di hadapan beberapa remaja itu, puluhan buku pun berjejer rapi, seolah siap untuk dibaca. Pada ujung tikar, terdapat banner kecil bertulis lapak baca buku untuk umum.

Rupanya, buku-buku itu sengaja disiapkan oleh puluhan remaja yang tergabung dalam Komunitas Sajak Literata. Sebuah komunitas literasi muda di Blitar.

Setiap akhir pekan, komunitas tersebut sengaja membuka lapak baca buku di Taman Kebon Rojo. Tujuannya, mengajak pengunjung membaca buku.

“Siapa pun boleh baca-baca buku di sini, dan ini gratis,” ujar salah seorang anggota Komunitas Sajak Literata, Hairunnisa Maulina Azara.

Siswi SMAN 1 Kota Blitar itu menyebut, berbagai jenis buku sengaja disiapkan untuk menarik minta baca pengunjung.

Mulai dari novel, sejarah, politik hingga buku cerita anak-anak. Bahkan, mereka juga menyiapkan buku mewarnai bagi anak-anak.

“Gambar atau sketsanya kami siapkan, lengkap dengan crayon berbagai warna untuk mewarnai,” imbuhnya.

Anggota Komunitas Sajak Literata tersebut berasal dari berbagai sekolah di wilayah Blitar. Baik tingkat menengah pertama maupun menengah atas.

Mereka memanfaatkan waktu libur sekolah untuk berkumpul bersama. Salah satunya dengan membuka lapak baca buku gratis di Taman Kebon Rojo Kota Blitar.

“Kalau Hari Sabtu biasanya kami kumpul di Perpustakaan Bung Karno untuk diskusi,” ujar anggota Komunitas Sajak Literata lainnya, Dava Rafiansyah.

Lapak baca buku gratis di Taman Kebon Rojo Kota Blitar tidak hanya dilakukan oleh Komunitas Sajak Literata. Beberapa mahasiswa juga membuka lapak baca buku gratis.

Salah satunya Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Adab, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Mereka juga menyediakan sejumlah buku untuk dibaca secara gratis. Bedanya, buku-buku yang disediakan tergolong buku dengan kategori bacaan berat seperti Madilog karya Tan Malaka.

Buku-buku yang disediakan merupakan buku inventaris himpunan. Ada pula buku milik anggota himpunan yang juga ikut dibawa pada lapak baca buku.

“Lapak baca buku gratis ini bagian dari program kerja, jadi kami sedang menjalankan program kerja,” ujar Nazila, anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.*