SANANA, terbitan.com -Pemberlakuan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mengharuskan semua sekolah wajib menyiapkan sarana yang dibutuhkan dalam ujian nasional. Sejak pemberlakuan UNBK, beberapa sekolah di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) harus putar otak agar siswanya bisa ikut dalam UNBK. Alhasil, mereka harus meminjam sekolah yang memiliki fasilitas komputer lengkap.

Seperti yang dialami empat sekolah yakni SMA Negeri 1 Sulabesi Barat, SMA Negeri 2 Sulabesi Barat, SMA Negeri Gai Fuata, dan SMA Al-Hilal. Sekolah yang berada di  Kecamatan Sulabesi Barat dan Sulabesi Timur tersebut terpaksa memobilisasi siswanya ke Kota Sanana selama dua hari untuk mengikuti UNBK.

Butuh dua jam untuk sampai ke Sanana, karena kondisi jalan rusak berat. Para siswa ini menginap di rumah kerabat mereka. “Mereka datang di Sanana dua hari sebelum ujian, karena perjalanan dari Desa Ona sangat jauh,” kata Iwan Setiawan Umamit, guru di SMA 2 Sulabesi Barat, di SMK 1. Selasa (1/4).

Dia menjelaskan, sekolah mereka tidak punya fasilitas komputer  karena itu mereka menggunakan fasilitas komputer SMKN 1 Sanana. “Jumlah siswa kita 26 orang,” tuturnya.

Senada, guru SMA Gai Fuata, Noneng Polingapo menambahkan, mereka tidak punya fasilitas untuk menggelar UNBK. Sekolah sudah berulang kali mengusulkan ke Diknas Malut, tapi belum ada respons.  “Semoga UNBK tahun depan  siswa kita sudah bisa pakai komputer di sekolah sendiri,  tak harus ke Sanana,” harapnya.

Dibagi Tiga Sesi

Sementara hari pertama  Ujian   Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di  SMA Negeri 1 Pulau Morotai berjalan lancar.   Sebanyak 170 siswa mengikuti UNBK. Namun karena komputernya hanya 58 unit, maka UNBK dilakukan bertahap yang dibagi dalam tiga sesi. Ketua Panitia UNBK SMAN 1 Morotai Asriadi Candra mengatakan, di hari pertama UNBK lancar. Listrik dan jaringan internet tidak bermasalah. “Kami sudah menyurat ke PLN dan Telkomsel untuk memastikan pasokan listrik dan jaringan internet aman,” katanya.

Dia berharap pelaksanaan UNBK berjalan lancar hingga selesai. “Hari pertama, seluruh peserta ikut UNBK, tidak ada yang alpa,” pungkasnya.