SANANA, terbitan.com – Sejak 72 tahun lalu masyarakat Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, ternyata nikmat kemerdekaan itu belum pernah tersentuh di masyarakat Kecamatan Mangoli Selatan
Seperti nasib yang dialami masyarakat Desa Paslal, Desa Buruakol, Desa Kaporo, Desa Wailab, Desa Waikafia, Desa Buya dan Desa Auponia.
Hinga hari ini, desa pedalaman itu yang dihuni penduduk 4.000 KK dan terdiri dari tujuh desa itu belum pernah sekalipun menikmati jalan yang bagus apalagi beraspal.
Warga Kecamatan Mangoli Selatan yang namanya tidak mau dipublikasikan kepada terbitan.com, Minggu (12/05/2019), mengatakan, masyarakat semuanya berkebun dan bertani.
Namun, kendala yang dialamai masyarakat sejak Indonesia merdeka adalah sarana dan prasarana jalan untuk mengangkut hasil pertanian.
“Ini yang tidak pernah kami nikmati sejak negara Indonesia ini merdeka. Kami menjual hasil kebun dengan mengunakan transportasi laut, karena belum ada askes jalan darat,” ungkapnya.
“Kami mengharap kepada Pemeritah Kabupaten Kepulauan Sula, Hendrata Thes agar membangun jalan dengan mudah mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, sesuai dengan janji visi dan misi pada saat calon Bupati 2016,” katanya.



Tinggalkan Balasan