BANGKALAN, TERBITAN.COM – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menetapkan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan sebagai tiga pilar utama dalam agenda pembangunan tahun 2025.

Hal ini ditegaskan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, dalam konferensi pers yang berlangsung di Pendopo Agung pada Kamis pagi (26/6/2025).

“Prioritas tahun ini adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama akses jalan, pendidikan yang layak, dan layanan kesehatan yang memadai,” ujar Lukman dalam pernyataannya.

Salah satu sektor yang langsung digarap adalah pembangunan jalan kabupaten. Sebanyak 54 titik jalan akan dibangun, meliputi wilayah Tanah Merah, Kwanyar, dan Mudung. Pemerintah menargetkan perbaikan sepanjang 44 kilometer menggunakan anggaran dari APBD 2025.

Meski baru menyentuh sekitar 10 hingga 20 persen dari kebutuhan total, Bupati optimistis progres pembangunan akan meningkat signifikan dalam dua tahun ke depan.

“Target kita, 70 sampai 80 persen jalan kabupaten sudah tertangani pada 2027,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, Pemkab Bangkalan merencanakan 144 kegiatan pembangunan dan rehabilitasi sekolah sepanjang tahun ini. Langkah ini ditempuh demi meningkatkan kualitas dan kenyamanan proses belajar mengajar.

Sementara itu, dalam sektor kesehatan, sejumlah Puskesmas yang lokasinya jauh dari pusat kota, seperti di Blega dan Tanjung Bumi, tengah dikaji untuk peningkatan status menjadi rumah sakit pratama.

“Kita ingin masyarakat di wilayah terpencil mendapat akses layanan kesehatan setara,” kata Lukman.

Bupati juga menyinggung soal tantangan dalam pelaksanaan program, terutama akibat penyesuaian anggaran yang dilakukan merespons edaran Kementerian Dalam Negeri terkait efisiensi belanja daerah.

Namun ia memastikan bahwa kegiatan prioritas tetap dijalankan sejak pertengahan tahun.
Hingga Juni 2025, serapan anggaran telah mencapai 33 persen dari total APBD.

“Kami terus mengejar efisiensi tanpa mengorbankan kualitas pembangunan,” ujarnya.

Menjawab keresahan masyarakat soal persoalan sampah, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab telah menyiapkan skema penanganan dari hulu ke hilir. Gerakan kolaboratif akan dimulai tahun ini dengan melibatkan semua lapisan masyarakat.

“Penanganan sampah tidak bisa hanya dari pemerintah. Ini harus jadi gerakan bersama,” tegasnya.

Bupati Lukman menekankan pentingnya partisipasi aktif dari masyarakat dan media untuk mengawal jalannya pembangunan. Ia juga menyampaikan apresiasi atas peran aparat keamanan yang menjaga kondusivitas wilayah selama proses pembangunan berlangsung.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Hanya dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, media, dan aparat keamanan, pembangunan yang adil dan merata bisa terwujud,” pungkasnya.