BANGKALAN, Terbitan.com – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menginisiasi langkah strategis dalam memperkuat sinergi pemerintahan kabupaten dan desa melalui forum “Ngopi Bareng Kepala Desa” yang digelar di Pendopo Agung, Kamis (3/7/2025).
Dalam suasana informal namun sarat agenda strategis, forum ini menjadi ajang konsolidasi lintas level pemerintahan demi mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Pembangunan yang efektif hanya bisa terjadi jika program antara pemerintah kabupaten dan desa terintegrasi. Tidak boleh ada lagi tumpang tindih kebijakan di lapangan,” tegas Lukman.
Sejumlah isu prioritas dibahas dalam forum ini, mulai dari sinkronisasi program kerja Pemkab dan desa, penguatan organisasi kepala desa sebagai jembatan kebijakan dan aspirasi masyarakat, hingga pemberdayaan koperasi desa sebagai pilar ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menaruh perhatian khusus pada peningkatan kapasitas pengelola BUMDes dan koperasi desa agar mampu menopang kemandirian ekonomi pedesaan.
Di sektor infrastruktur, Pemkab Bangkalan mulai mengalihkan fokus pembangunan dari jalan kabupaten ke jalur poros desa dan jalan penghubung antarwilayah.
“Sebanyak 53 titik jalan poros desa sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada Juli ini. Ini bagian dari upaya mewujudkan konektivitas antardesa sebelum masa jabatan saya berakhir,” ungkapnya.
Salah satu inovasi fiskal yang diperkenalkan dalam forum tersebut adalah pemberian insentif berbasis kontribusi pajak desa. Dalam skema ini, desa yang aktif menyetor pajak akan mendapatkan imbal balik berupa program pembangunan dari pemerintah, bukan dalam bentuk uang tunai.
“Ini bentuk penghargaan kami terhadap desa yang berkontribusi aktif dalam tata kelola fiskal,” jelas Lukman.
Menutup pertemuan, Lukman menggarisbawahi pentingnya stabilitas sosial-politik dalam menciptakan iklim investasi yang sehat. Ia juga mengajak seluruh kepala desa menjadi ujung tombak dalam menjaga suasana kondusif di wilayah masing-masing.
“Citra positif daerah adalah hasil kerja bersama. Tanpa stabilitas, tidak ada investor yang akan datang,” katanya.
Forum “Ngopi Bareng Kepala Desa” ini sekaligus menjadi momentum revitalisasi organisasi kepala desa yang sempat vakum. Pemerintah daerah berharap organisasi ini dapat kembali aktif sebagai mitra strategis dalam mempercepat penyampaian aspirasi dan pelaksanaan pembangunan di tingkat desa.


