TANGERANG, terbitan.com – Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyinggung aktivitas oknum wartawan ‘Bodrek’ dan oknum pegiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ‘Abal- abal’ yang akhir-akhir ini marak berkeliling ke desa-desa.
Aktivitas mereka dianggap menghambat kegiatan pembangunan di desa. Oknum wartawan dan LSM tanpa identitas yang jelas ini hampir setiap hari keluar masuk kantor desa. “Mereka juga kerap ikut rapat dan berkantor di desa-desa, sehingga para kepala desa mengurungkan niatnya masuk kantor,” ujar Zaki.
Diceritakan, para oknum tersebut hampir seiap hari “berkantor” di desa. “Kalau belum dikasih uang belum mau pulang. Ini yang bikin Kades malas ngantor, akhirnya kegiatan pembangunan jadi terhambat,” ungkapnya dalam sosialisasi dana desa yang digelar Tim TP4D Kejari Kabupaten Tangerang di GSS Tigaraksa.
Zaki juga pernah punya pengalaman bertemu dengan wartawan ‘Bodrek’ saat mengunjungi salah satu desa di Kecamatan Gunung Kaler. Namun, saat ditanya identitasnya, dia malah menunjukkan kartu pers yang sudah kadaluwarsa atau masa berlakunya. Untuk itu dia minta kepada jajarannya jika menemukan oknum wartawan yang sengaja mencari-cari masalah agar dilaporkan ke pihak berwajib.
Terpisah, Kepala Desa Talok Mahfudin mengatakan, seharusnya para wartawan dan penggiat LSM dapat menjadi mitra kerja, bukan malah mencari-cari masalah. Sebab, hal ini akan membuat para kepala desa dan aparatur dinas atau instansi menjadi tidak nyaman dalam bekerja.
“Saya berharap, wartawan atau LSM bisa menjadi mitra kerja yang baik. Berikanlah informasi yang benar agar masyarakat merasa kehadirannya ada dan berguna,” ujarnya.
Pihaknya juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Desa Talok untuk bersama-sama membangun desa dan mengawasi pengelolaan anggaran desa agar terwujud pemerataan pembangunan seperti yang diharapkan.
Disinggung soal pemilihan ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang ramai diberitakan tentang tata cara rekrutanmennya yang dinilai tidak jelas dan tidak transparan, dia membantah. Sebab, seluruh bentuk sosialisasi telah dilakukan oleh tim panitia pemilihan BPD desa Talok.
“Bahkan dari awal sudah disebarkan formulir bagi masing-masing RT atau kejaroan yakni bila ada warga yang ingin mencalonkan diri menjadi anggota BPD,” tuturnya. Ditambahkan, teknis pemilihan anggota BPD sudah sesuai aturan dengan mekanisme yang telah dibuat oleh panitia penyelenggara pemilihan. “Jadi, ari segi mana yang tidak jelas dan transparannya,” ungkap Mahfudin.
Saat ini, dia akan terus menerima segala masukan dan saran dari manapun, baik itu tokoh agama, pemuda maupun masyarakat agar tercipta kenyamanan dalam memberi pelayanan terhadap seluruh warga Desa Talok.



Tinggalkan Balasan