SANANA, terbitan.com – Impian masyarakat Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk memiliki pasar tradisional yang bagus dan kukuh terkesan menjadi mimpi disiang bolong.
Sebab pembangunan pasar yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp.2.655.426.128.56 yang dibangun di Desa Fogi, Kecamatan Sanana oleh kontraktor pelaksan CV. Bumi Karya terlihat plesterannya tidak merata sebelum rampung dikerjakan dan terkesan asal jadi.
Dengan demikian masyarakat Kepulauan Sula khususnya yang mencari kehidupan dengan berjuala dipasar tersebut sebagai sumber kehidupan sehari-hari, meminta agar pihak kejaksaan Kepulauan Sula serta Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk meninjau ulang dan memanggil pihak CV. Bumi Karya selaku kontraktor pelaksana kegiatan.
Selain itu warga/masyarakat juga menduga CV. Bumi Karya telah mengerjakan pembangunan pasar tersebut dengan tidak sesuai spesifikasi dan asal jadi, sehingga masyarakat yang akan menanggung akibatnya dimasa mendatang bahkan Masyarakat pasar sebelumnya juga sudah memberi tahu pada pihak pengawas pekerjaan terkait banyaknya yang memasang plafon
Plafon Gypsum bekas dan juga kamar mandi WC juga sempit, namun pihak pengawas tidak mengindahkan dengan berbagai alasan.
Menanggapi hal tersebut, Wardani Upara salah seorang tokoh masyarakat Desa Fogi angkat bicara.” sudah puluhan tahun maayarakat Kecamatan Sanana mengharap pasar tersebut dibangun, namun setelah dibangun dengan menghabiskan dana milyaran rupiah, namun hasilnya sangat tidak memuaskan terkesan asal-asalan jauh panggang dari api.
Sehingga warga/masyarakat sangat mengharap pada, pihak Kacabjari Kepulauan Sula beserta Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) untuk memanggil pihak CV. Bumi Karya selaku kontrktor pelaksana agar CV. Bumi Karya, untuk dimintai keterangan,” ungkap Wardani kepada terbitan.com, Selas (17/12)
Sementara itu Pihak Kontraktor CV. Bumi Karya, Samdi ketika di wawancari terbitan.com, mengatakan bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan sesuai dengan RABnya, hanya terjadi pada dinding dan tidak berpengaruh untuk bangunan secara keseluruhan, kemudian Cat Tembok juga Cat yang saya gunakan itu sangat mahal, “ucap Samdi dengan nada enteng. {GNS}



Tinggalkan Balasan