SANANA, Terbitan.com – Hampir genap dua bulan, pelayanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil tidak berfungsi. Penyebabnya, Bupati Kepulauan Sula mengangkat pejabat baru tidak sesuai prosedur.
Dirjen Dukcapil pun suda menegur “kelakuan” Bupati Fifian melalui surat resmi. Tapi hingga kini, teguran itu bagai angina lalu. Padahal, Dinas Dukcapil ini pernah meraih penghargaan emas dari Pemerintah Republik Indonesia di tahun 2013.
Agak mendung di siang ini, ketika suara Majelis Persatuan Rakyat Sula (MPRS) berkunjung ke kediamannya. Pemilik Rumah Papan cantik yang dikelilingi tanaman ini dan bunga-bungaan, adalah kebun holtikultura. Kebun yang ditata unik berdasar jenis tanaman. Ada tomat, rica, kacang panjang dan aneka tanaman lainnya. Ada pula puluhan pohon jerum manis, penambah teduhnya tempat tinggal.
KH. Akhir Umahuk AMD, adalah seorang pensiunan dan Tokoh Masyarakat Kepulauan Sula. Beliau sudah berbilang tahun tinggal di kawasan kebun miliknya itu. Meski seorang pensiunan, aktifitas Sarjana Muda Pertanian ini sangat kreatif dan energik. Sebuah foto dipajang di ruang tamunya. Haji Akhir menjabat tangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
“Ini adalah foto tahun 2013 saat Bapak SBY menjabat Presiden RI. Foto ini adalah hasil kerja keras Pemda Kepulauan Sula yang dipimpin Bupati AHM dan Kadis DUKCAPIL Kepsul Almarhum Drs. Lutfi Umasangadji. Yaitu, Dukcapil Kepulauan Sula meraih Juara Satu dan menerima penghargaan Katagori Perekaman E-KTP Tercepat Daerah Terkecil Wilayah Indonesia Timur,” cerita Haji Akhir kepada media ini, Rabu (04/08/21)
Haji Akhir mewakili Kadis Dukcapil Drs. Lutfi Umasangadji yang saat itu berhalangan hadir di Istana Negara. Menurutnya, kinerja Dukcapil Sula saat itu sangat luar biasa. “Untuk percepatan perekaman, kami bahkan harus turun ke kecamatan dan desa. Seluruh property pendukung kami siapkan utnuk memudahkan perekaman di desa-desa. Alhamdulillah, kerja keras itu membawa hasil, setidaknya Dukcapil bisa membenahi system administrasi kependudukan sesuai ketentuan peruindangan,” jelas Hi Akhir.
Nah, bagaimana dengan kondisi pelayanan Dukcapil sekarang? Haji Akhir terdiam. Beliau tidak mengerti dan memahami dasar kebijakan yang diambil Bupati Fifian. Dia hanya bisa berharap, Bupati dan pemda Kepulauan Sula segera memulihkan pelayanan Administrasi Kependudukan dan Catatan Sipil secara baik dan benar.
“Surat Teguran dari Dirjen Dukcapil ‘kan sudah ada sejak 11 Juni 2021 yang lalu. Mengapa Pemda tidak menanggapi surat itu. Harusnya, kebijakan Bupati tidak boleh bertentangan dengan aturan yang berlaku. Kasihan, pelayanan Adminduk-Capil ini sangat penting bagi masyarakat dan daerah,” ujar Haji Akhir yang waktu itu menjabat sebagai Kabid Pendataan dan Pendaftaran Penduduk DUKCAPIL Sula.
Pensiunan Dukcapil Kepulauan Sula ini hanya bisa berharap kinerja Dukcapil segera dipulihkan, pelayanan public diaktifkan, dan prestasi-prestasi baru harus diraih oleh pemerintah sekarang dan akan datang. “Prestasi Emas di bidang Dukcapil tahun 2013 ini tidak boleh menjadi porestasi sesaat, tapi harus bisa berprestasi di bidang lain di pelayanan Dukcapil,” harap Haji Akhir. {GNS}


