SANANA,Terbitan,com |Masjid Raya Al-Istiqomah Kota Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara belum teratasi. Masalah ini terus menjadi sorotan publik.

Hal itu terungkap saat Ketua Halmahera Corruption watch (HCW) Kepulauan Sula, Abdul Gani Bahri malakukan investigas pada saat hujan deras di Masjid Raya Sanana, namun mengalami
kebocoran, “kata Abdul Gani, Rabu (14/12/22)

Lanjut Abdul Gani, Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera perikas sejumlah pihak terkait. Termasuk kontraktor atau pelaksana, pengawas pelaksana, Bappeda, serta PPK dan Dinas PU -PR Kabupaten Kepulauan Sula, “tegas Gani

Dalam kesempatan ini, Dinas PUPR-Perkim diminta fokus. Bahkan, jika perlu membentuk tim khusus untuk menangani kebocoran masjid. Pihak pelaksana juga diminta segera memperbaiki kebocoran itu, sebelum masa perawatan berakhir pada Desember.

“Masa mengatasi masalah kebocoran saja tidak bisa. Untuk menangani kebocoran ini sudah beberapa kali. Anggaran yang dikeluarkan bukan main. Ini uang rakyat loh, jangan dibuat main-main,” ujar

Menurutnya, Masjid Raya Al-Istiqomah baru saja direnovasi. Masalah kebocoran ini juga belum teratasi. “ Proyek dengan anggaran besar ini seharusnya sudah dikonsep dengan baik.

Bukan malah untuk coba-coba. Ini pakai uang rakyat. Kebayang saat pakai metode injeksi saja, Rp 1 miliar sekian untuk nambal habis dan itu pun masih bocor,” katanya.

Karenanya, ia menegaskan, tidak mau tahu mengenai masalah kebocoran. Pihak hanya meminta pelaksana yang masih memiliki tanggungjawab sampai Desember 2022, segera menanganinya.

“Ini mumpung masih musim hujan. Harus segera diperbaiki. Jika sudah tidak musim hujan, tidak bisa dilakukan pengecekan. Apakah masih bocor atau tidak. Ini masih tanggung jawab pihak pelaksana,” ujar Gani. {in}