SUMENEP, Terbitan.com – Malam yang biasanya hening di wilayah Dapil IV Kabupaten Sumenep berubah menjadi ruang diskusi dan harapan, Senin malam, 14 April 2025. Bertempat di salah satu titik pertemuan masyarakat, H. Indra Wahyudi, SE., M.Si., Anggota DPRD Kabupaten Sumenep periode 2024–2029 yang juga menjabat sebagai Pimpinan DPRD serta Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, melaksanakan kegiatan reses yang dihadiri puluhan warga dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya yang berlangsung hangat dan penuh semangat, Indra Wahyudi menegaskan bahwa reses bukanlah sekadar kegiatan formal atau seremonial belaka, melainkan merupakan momentum penting untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat yang mereka wakili.

“Reses adalah sarana kita untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Ini bukan cuma seremoni, tapi cara kita menghimpun aspirasi mereka secara langsung,” ujar Indra Wahyudi.

Kegiatan reses kali ini tidak hanya menampilkan sesi sambutan dan penyampaian laporan, tetapi lebih menekankan dialog terbuka antara masyarakat dan wakilnya. Menurut Indra, kegiatan seperti ini sangat penting agar program-program pembangunan ke depan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.

Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi yang diterima melalui forum reses akan dihimpun secara sistematis dan disampaikan ke pihak eksekutif melalui mekanisme resmi, seperti forum bersama antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), atau melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

“Kita harus melalui beberapa mekanisme. Reses inilah yang kemudian menjadi pintu masuk untuk membawa aspirasi masyarakat ke dalam diskursus bersama Banggar, agar nantinya bisa diakomodir dalam APBD,” jelasnya.

Meski begitu, Indra Wahyudi juga tidak menutup mata terhadap realitas di lapangan. Ia menyampaikan secara jujur bahwa tidak semua usulan masyarakat dapat diakomodir secara langsung, mengingat keterbatasan anggaran daerah.

“Banyak usulan yang tidak bisa diakomodir sepenuhnya, tapi paling tidak kita realisasikan secara bertahap. Kalau tidak bisa tahun ini, mungkin di APBD Perubahan. Dan kalau belum juga, mungkin di APBD tahun berikutnya,” katanya.

Efisiensi anggaran yang saat ini menjadi kebijakan nasional juga turut memengaruhi daya serap usulan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pemerintah daerah kini dituntut untuk menyusun APBD secara lebih selektif dan strategis.

“Sekarang ada efisiensi APBD secara nasional. Jadi, kita harus bisa memilah dan menyesuaikan mana yang prioritas, mana yang bisa ditunda. Tapi yang penting, semangat kita adalah berkontribusi untuk kemajuan masyarakat,” tegas Indra.

Sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, Indra Wahyudi juga menyinggung pentingnya membangun politik aspiratif yang benar-benar berpihak pada rakyat. Ia menyadari bahwa kepercayaan publik terhadap politisi dan lembaga legislatif sangat dipengaruhi oleh seberapa nyata hasil kerja yang dirasakan masyarakat.

“Kalau masyarakat merasa didengar dan dilibatkan, mereka akan percaya. Dan itulah yang ingin kami bangun, kepercayaan. Karena politik bukan sekadar janji, tapi aksi nyata,” tutur Indra.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari penyusunan perencanaan hingga pengawasan implementasi program.

“Masyarakat punya peran besar. Jangan ragu mengkritik atau memberi saran. Karena pemerintah yang baik itu adalah yang terbuka dan mau mendengar,” tambahnya.

Menariknya, reses ini dilaksanakan pada malam hari, yang menurut Indra Wahyudi merupakan strategi untuk lebih fleksibel menjangkau masyarakat, terutama mereka yang di siang hari sibuk bekerja.

“Kalau siang banyak yang kerja atau ke ladang, malam justru lebih rileks untuk berdiskusi. Jadi kita sesuaikan dengan kondisi masyarakat,” ungkapnya.

Strategi ini pun diapresiasi warga yang merasa lebih nyaman berdiskusi saat suasana tidak terlalu formal dan waktu tidak bertabrakan dengan aktivitas ekonomi mereka.

Melalui kegiatan seperti ini, Indra Wahyudi berharap citra legislatif sebagai lembaga yang kerap dianggap jauh dari rakyat bisa berubah menjadi institusi yang solutif, responsif, dan terbuka.

“Kami tidak ingin hanya dikenal saat Pemilu. Kami ingin dikenal karena kerja nyata dan komitmen kami dalam memperjuangkan rakyat,” katanya.

Ia juga mendorong seluruh anggota DPRD lainnya untuk aktif melakukan reses bukan hanya sebagai kewajiban formal, tapi sebagai sarana mendengar dan memahami denyut nadi masyarakat yang mereka wakili.

Kegiatan reses di Dapil IV Kabupaten Sumenep ini menjadi potret kecil dari semangat demokrasi yang hidup di tengah masyarakat. Ketika rakyat diberikan ruang untuk bersuara dan wakil rakyat benar-benar hadir mendengar, maka di situlah titik temu antara aspirasi dan kebijakan dapat terwujud.

Indra Wahyudi menutup acara dengan mengajak semua elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi yang sehat dan konstruktif demi membangun Sumenep yang lebih baik.

“Kita tidak bisa menjanjikan semuanya langsung terwujud. Tapi kami bisa menjanjikan bahwa semua aspirasi akan kami perjuangkan semaksimal mungkin,” pungkasnya.