SANANA, Terbutan.com – Nelayan Desa Bajo, Kecamatan Sanana Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) keluhkan pelayanan di SPBU Kompak yang berada di Desa Pohea yang lebih melayani Pembeli dalam jumlah banyak dari pada nelayan yang membutuhkan BBM untuk melaut.

Andi, Nelayan Desa Bajo menyampaikan dia kesulitan untuk mendapatkan BBM di SPBU Kompak, “Saya sangat kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut, sebab beberapa Minggu ini di SPBU Kompak banyak yang melayani pengecer, ” ucap Andi kepada media ini, Kamis (18/11/21)

Ia juga menyampaikan bahwa, setiap kali pergi untuk membeli BBM, Petugas SBPU itu selalu beralasan bahwa stok minyak habis. padahal ia melihat mereka lihat ada petugas SPBU yang melayani cergen yang dalam jumlah banyak.

“Kalau tidak dapat minyak di SPBU kompak, terpaksa saya beli di penjual minyak BBM eceran di Kios, harga mahal tapi apa boleh buat, karena memang sangat di butuhkan,” katanya.

Ditempat terpisah Fahri, Nelayan Desa Bajo juga menyampaikan bahwa, dia juga bernasib sama seperti nelayan lainnya, “Saya juga merasakan seperti teman- teman Nelayan lain yang kesulitan untuk mendapatkan BBM Di SPBU kompak,” ucap Fahri.

Ia juga menyampaikan, kalau BBM susah seperti ini, Kami melaut pun susah, sedangkan mata pencaharian kami sebagai nelayan ini untuk menafkahi keluarga kami.

“Saya berharap Pemerintah daerah (Pemda)Kepulauan Sula, khususnya dinas terkait agar dapat mengakomodir keluhan kami terkait pelayanan sepihak oleh SPBU ini,”ungkapnya.

Kapala Des Bajo, Kusnang Duhaung, menyampaikan kami akan segera berkomunikasi dengan pihak pangkalan agar mengutamakan para nelayan kami.

“Saya sudah mendengar informasi terkait masalah nelayan ini, maka kami dari pihak perintah desa secepatnya memanggil dan berkomunikasi dengan pihak SPBU Kompak, mengingat berdirinya SPBU Kompak itu juga sebagian dorongan kami para nelayan di kala itu,” ucap Kusnang.

Menurut informasih yang saya dapatkan dari pengecer yang dari kota pun banyak membeli BBM di SPBU Kompak, dan pihak SPBU lebih melayani mereka dari pada nelayan kami.

“Untuk itu, pihak SBPU Kompak ini agar lebih mengutamakan nelayan kami ketimbang harus melayani pengecer, mengingat desa kami 90 persen adalah nelayan dan itu pekerjaan untuk menghidupi anak dan istri para nelayan kami, “harap
Kusnang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kepulauan Sula, Djena Tidore dan pihak SPBU Kompak belum dapat dihubungi, hingga berita ini ditayangkan. {in}