SANANA, Terbitan,com | Kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara mutasikan sejumlah pegawai dibeberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) belakangan ini, menimbulkan pertanyaan sekaligus keresahan di kalangan pegawi mau pun masyarakat
Pasalnya, mutasi dilakukan tanpa alasan, bahkan terkesan mengorbankan pegawai – pegawai tersebut untuk kepentingan tertentu, “ungkapkan sala seorang pegawai yang terkena mutasi kepada media ini, Jum’at (23/6/23)
Lanjut dia, Ada sejumlah pegawai yang dimutasi termasuk saya dan ada seblas orang pegawai dari Dinas Insepekturat serta Pemerintahan Desa, Dinas Parawisata, Dinas Pendidikan, Dinas Petanian dan lain – lain pada minggu lalu.
Lucunya, kata dia, sebelum dimotasi,dia
didatangi orang yang dikenal sebagai tim FAM – SAH yang mengaku sebagai orang dekat Bupati Fifian Adeningsi Mus untuk mengajak untuk bekerjasama, dengan ancaman, jika tidak bekerjasama, mereka akan pindahkan atau dimotasikan keunit kerja yang lain
Akhirnya terbukti, ancaman tersebut benar benar terjadi, dan pihaknya tidak mau bekerjasama akhirnya dipindahkan atau dimotasikan ke unit yang lain bersama teman yang lain, bahkan, ada di sekolah sekolah dan kantor kecamatan.
Awalnya tidak percaya dengan pengakuan dan ancaman yang disampaikan oleh tim FAM – SAH, Namun kenyataannya telah membuktikan apa yang disampaikan itu.
Menurutnya,banyak kejahatan terselubung di Pemda yang dilakukan oleh para pejabat di Kabupaten Kepulauan Sula saat ini, karena tidak menuruti dan bekerjasama, Apabila kita menuruti dan bekerjasama, maka diatur semaksimal mungkin, agar semua pekerjaan di semua dinas, dikelola oleh satu pintu saja, “ujarnya meniru ucapan tim FAM – SAH tersebut kepada media ini.
Dia juga menjelaskan, arahan, para tim FAM – SAH itu, dirinya mengatakan akan tetapi bekerja ikut prosudur dan aturan, karena takut akan dikejar oleh banyak pihak. Karena menolak, dirinya mengaku diancam,” Jika kamu menolak berarti kamu akan segera dimotasikan atau dipindahkan ketempat lain, “pintanya.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus belum dapat dihubungi, hingga berita ini ditayangkan. {rs}



Tinggalkan Balasan