MADIUN, terbitan.com – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025, Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun menggelar peringatan World AIDS Day dengan tema “Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV”. Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Sugihwaras, Kecamatan Saradan, Senin (1/12/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Madiun beserta Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Saradan, Ketua Baznas Kabupaten Madiun, Kepala Desa Sugihwaras, serta berbagai tamu undangan lainnya.

Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap tanggal 1 Desember merupakan momentum global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pencegahan, pengobatan, dan perawatan HIV/AIDS. Penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) disebabkan oleh virus HIV yang menyerang sel darah putih, khususnya sel CD4, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia. HIV tidak langsung menyebabkan AIDS; butuh waktu bertahun-tahun hingga kondisi tersebut muncul.

Sebelum memberikan sambutan, Bupati Madiun menyerahkan bantuan permakanan serta bibit pohon secara simbolis kepada masyarakat Desa Sugihwaras. Dalam sambutannya, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Madiun mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini sebagai bentuk upaya berkelanjutan dalam mengingatkan masyarakat bahwa HIV/AIDS masih menjadi ancaman kesehatan yang nyata.

“Hal tersebut sejalan dengan tema tahun 2025, yaitu ‘Bersama Hadapi Perubahan, Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’. Semangat tema ini adalah memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan agar bekerja bersama dalam pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa berdasarkan pendampingan dan pemantauan KPAD Kabupaten Madiun, hingga 30 November 2025 ditemukan 1516 kasus HIV/AIDS yang tersebar di 15 kecamatan.

“Jangan melakukan hubungan seks di luar nikah, hindari penggunaan narkoba suntik, aktiflah dalam kegiatan positif, serta tingkatkan iman dan takwa,” pesannya.

Di akhir sambutan, Bupati mengajak masyarakat khususnya warga Desa Sugihwaras untuk tidak mendiskriminasi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, penerimaan masyarakat akan membuka ruang keterbukaan bagi ODHA sehingga proses pendampingan dan pengobatan dapat berjalan dengan baik. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam mewujudkan target “3 Zero HIV” pada tahun 2030, yaitu: zero new infection, zero AIDS-related death, dan zero stigma and discrimination.

Kepala Desa Sugihwaras, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya desanya sebagai lokasi peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat Kabupaten Madiun.

“Kami merasa terhormat karena Desa Sugihwaras menjadi tuan rumah kegiatan yang sangat penting ini. Edukasi mengenai HIV/AIDS bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tugas kita bersama sebagai masyarakat. Kami berkomitmen mendukung program KPAD dan pemerintah daerah dalam memberikan pemahaman yang benar kepada warga agar terhindar dari informasi keliru maupun stigma terhadap ODHA,” ujar Kepala Desa.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus berupaya menghadirkan kegiatan yang berorientasi pada kesehatan masyarakat, termasuk sosialisasi HIV, pencegahan penyakit menular, dan peningkatan kualitas hidup warga.

“Dengan adanya kegiatan ini, semoga masyarakat Sugihwaras semakin sadar bahwa HIV bisa dicegah, dapat dikelola, dan bukan alasan untuk mendiskriminasi sesama. Mari bersama-sama menjaga lingkungan yang sehat, peduli, dan inklusif,” tutupnya.