Bangkalan, Terbitan.com – Program Makan Bergizi (MBG) di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, akan segera dilaksanakan. Hal ini ditandai dengan peresmian Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Gili Timur, Kamal oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim. Meski belum ada tanggal pasti, pelaksana program menargetkan kegiatan dimulai pada akhir September 2025.
Kepala Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamal, Diandra Dieva Pertiwi, menyebutkan bahwa program ini akan menyasar lebih dari 3.000 penerima manfaat, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita).
“Insya Allah pelaksanaan MBG secepatnya akhir bulan ini. Penerima manfaat akan tersebar di sejumlah desa sesuai dengan satgas masing-masing,” ujar Diandra, Kamis (11/9/2025).
Khusus di Desa Gili Timur, program ini juga akan mencakup wilayah Gili. Sementara itu, karena wilayah Telang belum memiliki dapur SPPG, dapur Gili Timur diusulkan untuk melayani siswa SMA Telang, SMK Telang, dan SMPN 2 Telang.
Tak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak-anak, program MBG juga dirancang untuk menggerakkan ekonomi lokal. Sesuai arahan Bupati Bangkalan, seluruh pasokan bahan pangan—mulai dari beras, ikan, hingga kebutuhan dapur lainnya—akan diprioritaskan dari UMKM di Kecamatan Kamal.
“Program MBG ini bukan hanya soal gizi anak-anak, tapi juga soal menghidupkan UMKM dan Pasar Kamal. Jadi pasokan kami fokuskan dari masyarakat sekitar,” tegas Diandra.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lailiizzatulfaoqoh, H. Subaidi menyampaikan bahwa dengan peresmian satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) ini akan menjadi harapan baru bagi masyarakat Kamal.
“Karena selain untuk memenuhi gizi, program MBG ini memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden berupa makan gratis bagi anak-anak. Ia menyebut MBG sebagai langkah strategis dalam membangun generasi emas Indonesia 2045.
“Ini program yang sangat luar biasa. Kita patut mendukung sepenuhnya agar memberikan dampak positif bagi anak-anak kita,” ujar Lukman.
Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, program ini juga diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi baru di tingkat desa, kecamatan, hingga daerah. Anggaran besar yang digelontorkan pemerintah pusat diyakini bisa menggerakkan sektor ekonomi masyarakat secara langsung.
“Output dari program ini adalah terciptanya masyarakat dan bangsa yang kuat melalui pemberdayaan manusia sejak usia dini,” tutup Lukman.


