SANANA, Terbitan.com – Progres proyek rehab bangunan sekolah tingkat menengah pertama (SMP) Desa Fuata, Kecamatan Sulabesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara masih di bawah 60 persen. Karena itu, proyek tersebut terancam tidak selesai tepat waktu.
Pantauan media ini, Minggu (02/1/22),Padahal, target jadwal sesuai kontrak dalam pelaksana 169 Hari Kalender, Tahun Anggaran 202, sesuai Nomor SPK: 37.PK/SPMK/PPK/DISDIK-KS/2021, Tanggal SPK :31 Mei 2021 dengan nilai Rp 719.784.838, Pelaksana CV. Permata Hijau
Sala satu warga Desa Fuata yang disembunyikan identitasnya mendesak Inspektorat dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula segera memanggil pihak kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan yang bersumber dari DAK tersebut, “tegas Sumber
Lanjut Sumber, Pekerjaan progres masih di bawah 60 persen. Sedangkan masa kontrak sudah berakhir di Desember 2021 ini.
Proyek ini masuk kategori kontrak kritis. Sumber pun meminta kepada para kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut, karena sangat dibutuhkan siswa untuk belajar lebih nyaman.
“Jika pekerjaan ini tak selesai maka akan berdampak pada kenyamanan siswa saat belajar di sekolah,” beber Sumber
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, Hairil Umasugi saat dimintai konfirmasinya, berjanji akan mengejar pihak kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. {in}


