SANANA, Terbitan.com – Abrasi yang terjadi di pantai Desa Desa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Maluku Utara kian mengkhawatirkan.
Pasalnya abrasi ini sudah tinggal beberapa meter lagi merusak rumah warga, tampak beberapa pohon milik warga pun sudah roboh akibat abrasi air laut serta air kali Desa Mangon.
Hal ini disampaikan oleh sala satu warga Desa Mangon, M.Fikar (24) bahwa keberadaan abrasi air laut serta banjir air kali Desa Mangon ini sudah lama terjadi, namun kali ini lebih parah, “ujarnya, Minggu (31/7/22).
Ia juga ungkapkan, pohon-pohon ditepi pantai juga tumbang akibat tanah terus terkikis oleh air laut dan air kali, sehingga tebing pantai sudah mulai habis terkikis sehingga jarak antara pantai dan rumah sudah sangat dekat,” jelas M.Fikar
Untuk meminimalisir dampak dari abrasi pantai yang terus menerus itu. Dirinya dan warga sekitar mencoba membangun penahan ombak dengan peralatan seadanya, “Seperti menggunakan tumpukan karung pasir dan bahkan menggunakan bambu – bambu.
“Untuk saat ini hanya sedikit yang bisa dilakukan warga setempat untuk meminimalisir abrasi pantai dengan membangun penahan ombak sementara yang dibuat dari bambu dan dari tumpukan karung yang diisi dengan pasir, “ucapnya.
Dan itu pun tidak sepanjang pantai, karena masyarakat hanya mampu membuat di sekitar bangunan yang rusak akibat Abrasi, “Tapi ini tidak bertahan lama dan tidak dapat mencegah terjadinya abrasi pantai,” katanya
Ia berharap pemerintah setempat dapat memberikan solusi guna mengatasi abrasi pantai yang semakin meluas di pesisir Desa Mangon ini, “keluhnya. {in}


