Dinilai Dikerjakan Asal Jadi, Drainase Desa Fatce Dikeluhkan Masyarakat

SANANA, Terbitan.com – Pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase di RT. 07 Desa Fatce, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. Provinsi Maluku Utara (Malut) mulai disoroti oleh warga setempat.

Pasalnya, Proyek pembangunan tersebut mengunakan material yang kurang bagus serta galian drainase juga kecil bahkan tanpa ada papan nama proyek sehingga masyarakat juga tidak mengetahui nilai anggran tersebut.

Baca Juga :

Salah satu warga Desa Fatce yang namanya tidak mau dipublikasikan saat di wawancarai wartawan, Minggu (21/6) mengatakan bahwa, bangunan drainase yang di kerjakan oleh kontraktor kurang tepat sasaran, karena material yang digunakan dari hasil galian drainase itu.

Sebenarnya bangunan drainase harus menggunakan material baru berupa matrial pasir pantai untuk di kerjakan, namun kontraktor gunakan pasir dengan hasil galian itu, “Mana mungkin drainase bisa bertahan lama ketika memakai material seperti itu, jangan kontraktor mencari keuntungan proyek yang di dapat, sehingga imbas kepada masyarakat.

Apa lagi anggarannya itu dari Provinsi Maluku Utara seharus bagus dan kerja yang baik agar masyarakat dapat menikmatinya, jangan hanya kerja asal-asalan, apa lagi ukuran drainase juga sangat sempit, sehingga di kemudian hari terjadi penampung di dalam drainase itu, maka maunya kurang sedap ketika di hirup, oleh karena itu di minta kepada kontraktor kalau boleh kembali memperhatikan draenasi tersebut.

Sementara itu, Kontraktor Djais Samuda mengatakan bahwa pasir yang di gunakan tidak ada dampaknya terhadap pembangunan draknase dan anggarannya seratus juta lebih, serta panjang derenais 143 meter,” singkat Djais. {GNS}

Pos terkait